PRISHTINA (Berita SuaraMedia) - Di Kosovo, negara Muslim yang telah diizinkan untuk berdiri di jantung Eropa, ujar Milorad Dodik, Perdana Menteri Republika Srpska, salah satu dari dua bagian dari Bosnia dan Herzegovina.
Dari interview yang dilakukan sebuah kantor berita di Rusia, Dodik berbicara mengenai kehidupan Muslim di Bosnia dan Herzegovina. "selama beberapa tahun ini ada pembicaraan mengenai hidup bersama-sama, tetapi tentu saja harus atas dasar saling menghormati tanpa ada yang mengesankan kemauan mereka sendiri dan tanpa ada yang dilupakan.
Dan tentu saja, hanya ketika kita berpikir isu hubungan etnik di bekas Yugoslavia telah terselesaikan, sebuah perang brutal pecah di mana-makan korban yang tidak bersalah. Ada saja orang-orang yang menderita lebih banyak dan orang-orang yang tidak menderita, dan ada penjahat perang lebih besar dan lebih kecil. Tapi ini adalah efek yang harus berurusan dengan lembaga hukum . "
Tentu saja, menurutnya di sepanjang jalan menuju integrasi Eropa, menurut telah membuat beberapa adaptasi, tetapi hanya pada kondisi dimana hak setiap orang dihormati, dan bahwa tidak seorangpun yang dihina dan dikenakan dalam proses.
Ketika ditanya apakah negara multi etnis di Balkan dapat berdiri, Dodik menanggapi, "Kami mendengar dari orang-orang dari barat ketika kemerdekaan Kosovo telah dinyatakan, konsep hidup bersama itu tidak mungkin ada. Diduga, yang merupakan dasar alasan pemisahan Kosovo dari Serbia. Tetapi sekarang kita mendengar mereka mengatakan bahwa kehidupan multi-etnik harus dibangun di Kosovo itu sendiri. Itu adalah posisi yang sangat aneh, karena jika kehidupan multi etnis itu tidak mungkin satu tahun lalu, bagaimana bisa menjadi mungkin di masa mendatang? "
"Semuanya sama saja di sini. Tergantung bagaimana Anda menetapkan persyaratan dasar. Jika oleh adanya negara multi-etnis berarti ada perdamaian dan keamanan bagi semua, saya menerima itu. Itu adalah sesuatu yang harus saya sediakan untuk semua orang. Perdamaian dan keamanan merupakan pra-syarat untuk yang lainnya. Ketika kita berbicara tentang Uni Eropa, kami tidak dapat mengatakan bahwa siapapun yang bergabung itu kehilangan identitas atau atribut kedaulatan mereka . Jadi ini adalah cara kami melihat terhadap masalah ini. Tetapi bagaimana jika apa yang inginkan adalah untuk menghapuskan identitas nasional untuk mempromosikan dan menggunakan multi etnis sebagai alasan; itu adalah sesuatu yang tidak akan berfungsi sama sekali."
Mengenai kejadian 9/11, dimana ada penyerang yang diketahui memiliki paspor Bosnia, Dodik menjawab "Jelas barat memiliki masalah dengan dunia Islam, dan mereka memerlukan sebuah oase di mana mereka dapat mengatakan bahwa mereka tidak bertentangan dengan Islam, tetapi hanya dengan organisasi-organisasi ekstremis. Tentu saja, hubungan itu lebih kompleks, dan ladang minyak dan sejenisnya di berbagai negara-negara Arab juga merupakan faktor besar yang terdapat di dalamnya. Ketika negara-negara barat mengakui kemerdekaan Kosovo, yang touted sebagai bukti bahwa Barat tidak bertentangan dengan Islam , walaupun, beberapa pejabat Barat telah menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah membolehkan negara Islam yang murni berdiri di Eropa.
Tentu saja, ada paradoks di Kosovo karena mereka telah diizinkan untuk mendirikan sebuah negara Muslim. Tetapi di Bosnia mereka tidak mengizinkan Serbia dan Kroasia untuk berpisah, membiarkan umat Islam di Bosnia mengontrol negara mereka sendiri."
Ketika ditanya apakah Bosnia dan Herzegovina dapat bergabung dengan Uni Eropa, Dodik mengatakan, "itu adalah sebuah opsi yang kami dukung dan kami sulit menghindarinya karena negara-negara lain di wilayah ini mengarah ke sana. Kami berpikir bahwa bergabung dengan Uni Eropa dapat memberikan kontribusi kepada stabilisasi daerah. Namun, kami tidak bersedia untuk mengorbankan otonomi Republik Srpska untuk kepentingan proses integrasi apapun, termasuk dari Uni Eropa.
Tentu saja, ada banyak di dalam Uni Eropa yang tidak ingin mendengar ini, tetapi kenyataannya bahwa ini urusan internal dari berbagai negara yang tidak tepat sasaran bagi Eropa. Kami menyadari bahwa kondisi tertentu dipenuhi dalam perjalanan menuju ke Uni Eropa, dan kami tidak bertentangan dengan itu.Yang kami tolak adalah menggunakan integrasi Eropa sebagai kendaraan untuk restrukturisasi dan re-komposisi dari Bosnia dan Herzegovina. "(iw/rt) www.suaramedia.com
Rabu, 15 Juni 2011
Belajar dari Kupu-Kupu, Pemuda Muslim Kejutkan Nasa
Belajar Dari Kupu-Kupu, Pemuda Muslim Kejutkan NASA!
NEW JERSEY (Berita SuaraMedia) – Musim kelulusan memberikan kesempatan kepada generasi muda Muslim untuk bersinar. Sekaligus waktu untuk mengakui pencapaian dari orang-orang yang memiliki keempatan untuk menggapai pendidikan yang lebih tinggi. Ahmad Mahmoud adalah salah satu lulusan yang luar biasa cerdas dan memiliki kisah yang unik untuk didengarkan.
Jika bertemu dengan sosok Mahmoud, maka tidak diperlukan waktu yang lama untuk menyadari bahwa dia selalu menemukan topik baru untuk digali. Dia selalu memiliki gagasan-gagasan dan teori-teori baru dalam otaknya, namun dia tidak pernah merasa keberatan untuk membagikan pemikirannya kepada siapapun yang bersedia mendengarkan.
Mahmoud kecil yang beranjak dewasa memasuki sekolah Islam dan juga sekolah umum di New Jersey, dimana dia selalu berdebat dengan guru-gurunya. Dia memasuki jurusan teknik ruang angkasa di universitas Rutgers di New Jersey.
Pemikiran aktifnya membuat jalan terbuka lebar baginya untuk berpartisipasi dalam proyek desain senior, yang diikuti oleh kegiatan magang di NASA, dan mendapatkan peeluang karir yang unik. Prestasi anak muda ini merupakan penyegar dan pengingat atas kontribusi yang dimiliki kaum Muslim dalam dunia ilmu pengetahuan.
Belajar dari kupu-kupu
Dalam proyek desain seniornya, Mahmoud berkelana ke Venezuela untuk mempelajari cara terbang kupu-kupu untuk kemudian mempergunakan pengetahuan tersebut untuk diterapkan melalui penggunaan teknologi.
Mahmoud mengatakan: "Di Venezuela, saya merekam video dan menangkap beberapa ekor kupu-kupu dan sejumlah serangga lainnya untuk mempelajari struktur sayap hewan-hewan tersebut dan juga cara terbang masing-masing hewan."
Dia menjelaskan bahwa setelah mendapatkan data-data yang diperlukan, dia dan para koleganya kembali ke AS untuk menganalisa video berkecepatan tinggi yang mereka rekam untuk membantu mereka dalam memahami setiap pergerakan sayap dari serangga-serangga tersebut.
"Kami juga mdenganalisa struktur sayap hewan-hewan tersebut untuk memahami sistem perubahan bentuk yang dilalui oleh sayap-sayap tersebut untuk dipergunakan dalam percobaan penerbangan dari kendaraan mini yang dikendalikan oleh remote. Kendaraan-kendaraan mini tersebut dapat dipergunakan dalam berbagai macam cara, yang termasuk kemampuan untuk bermanuver dalam jarak yang sempit yang tidak mungkin dilakukan oleh helikopter dan Pesawat terbang. Penemuan tersebut dipergunakan dalam proyek desain seniornya.
Lebih lanjut lagi, Mahmoud dan teman-temannya dalam satu tim tengah mengerjakan alat yang bisa menempel diatas segala macam permukaan padat, mengubah permukaan tersebut menjadi sistem kesadaran yang tangguh. Meski hanya merasakan dan menganalisa getaran di permukaan, alat tersebut dapat memperhitungkan bagian mana dari permukaan tersebut yang harus disentuh," jelasnya.
Teknologi tersebut dapat dipergunakan di segala macam permukaan dan pengguna bisa mengetahui dimana alat tersebut disentuh. Aplikasi dari teknologi semacam itu termasuk penggunaan untuk kepentingan keamanan. Mahmoud dan timnya menyelesaikan rancangan alat tersebut pada bulan Mei 2009, dan menamakannya sensor sentuh segala permukaan. Universitas Rutgers menganugerahi mereka sebagai juara pertama dalam kompetisi desain proyek.
Masa depan cerah
Pencapaian Mahmoud tidaklah berhenti sampai di sana. Selama menuntut ilmu di bangku kuliah dia menerima pemberitahuan dari dekan mengenai kesempatan magang di NASA. Di sana, Mahmoud ditawarkan untuk menjadi asisten. Karena dia memang selalu tertarik dengan ruang angkasa, peluang emas tersebut tidak disia-siakannya.
NASA menyambut kehadiran Mahmoud dengan tangan terbuka, dimana di NASA dia menjadi satu dari sedikit Muslim yang bekerja di sana. Dia mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sebuah spektrometer massa yang dipergunakan di atas permukaan bulan untuk mendeteksi partikel air di kawah-kawah bulan. Sederhananya, alat tersebut akan dipergunakan untuk membedakan molekul air dari partikel lainnya untuk mengidentifikasi keberadaan air di bulan.
Pekerjaan Mahmoud terbukti cukup penting bagi NASA sehingga NASA memperpanjang kesempatan kerjanya setelah lulus. Pada bulan September, setelah kelulusannya, Mahmoud akan mulai menempati posisi baru dengan NASA di pusat penerbangan angkasa Goddard di Maryland. Di sana, dia akan bekerja di departemen cyrogenics (ilmu yang mempelajari produksi temperatur udara yang sangat rendah – dibawah -150°C, -238°F atau 123°K dan apa yang terjadi pada benda-benda dalam kondisi temperatur semacam itu). Dalam posisinya tersebut, mahmoud akan terlibat dalam mendesaid pompa bahan bakar hidrogen cair untuk roket Ares I dan Ares V.
Menurut NASA, roket Ares akan mengirimkan astronot-astronot masa depan ke ruang angkasa, membawa mereka ke bulan, Mars dan ke bagian lain di tata surya. Roket Ares V aka menjadi kendaraan utama untuk perjalanan yang aman di ruang angkasa, termasuk materi yang diperlukan untuk memperpanjang kehadiran manusia di orbit Bumi."
Sudah jelas bahwa anak muda ini, yang dalam masa kecilnya sering bermain di masjid pada akhir minggu dan berdebat dengan guru-gurunya di sekolah, memiliki segudang potensi dalam bidang sains. Mahmoud lahir dari orang tua yang berkebangsaan Mesir, pencapaian Mahmoud menunjukkan sisi kuat dan potensi besar dari para pemuda Muslim." (dn/iol) www.suaramedia.com
NEW JERSEY (Berita SuaraMedia) – Musim kelulusan memberikan kesempatan kepada generasi muda Muslim untuk bersinar. Sekaligus waktu untuk mengakui pencapaian dari orang-orang yang memiliki keempatan untuk menggapai pendidikan yang lebih tinggi. Ahmad Mahmoud adalah salah satu lulusan yang luar biasa cerdas dan memiliki kisah yang unik untuk didengarkan.
Jika bertemu dengan sosok Mahmoud, maka tidak diperlukan waktu yang lama untuk menyadari bahwa dia selalu menemukan topik baru untuk digali. Dia selalu memiliki gagasan-gagasan dan teori-teori baru dalam otaknya, namun dia tidak pernah merasa keberatan untuk membagikan pemikirannya kepada siapapun yang bersedia mendengarkan.
Mahmoud kecil yang beranjak dewasa memasuki sekolah Islam dan juga sekolah umum di New Jersey, dimana dia selalu berdebat dengan guru-gurunya. Dia memasuki jurusan teknik ruang angkasa di universitas Rutgers di New Jersey.
Pemikiran aktifnya membuat jalan terbuka lebar baginya untuk berpartisipasi dalam proyek desain senior, yang diikuti oleh kegiatan magang di NASA, dan mendapatkan peeluang karir yang unik. Prestasi anak muda ini merupakan penyegar dan pengingat atas kontribusi yang dimiliki kaum Muslim dalam dunia ilmu pengetahuan.
Belajar dari kupu-kupu
Dalam proyek desain seniornya, Mahmoud berkelana ke Venezuela untuk mempelajari cara terbang kupu-kupu untuk kemudian mempergunakan pengetahuan tersebut untuk diterapkan melalui penggunaan teknologi.
Mahmoud mengatakan: "Di Venezuela, saya merekam video dan menangkap beberapa ekor kupu-kupu dan sejumlah serangga lainnya untuk mempelajari struktur sayap hewan-hewan tersebut dan juga cara terbang masing-masing hewan."
Dia menjelaskan bahwa setelah mendapatkan data-data yang diperlukan, dia dan para koleganya kembali ke AS untuk menganalisa video berkecepatan tinggi yang mereka rekam untuk membantu mereka dalam memahami setiap pergerakan sayap dari serangga-serangga tersebut.
"Kami juga mdenganalisa struktur sayap hewan-hewan tersebut untuk memahami sistem perubahan bentuk yang dilalui oleh sayap-sayap tersebut untuk dipergunakan dalam percobaan penerbangan dari kendaraan mini yang dikendalikan oleh remote. Kendaraan-kendaraan mini tersebut dapat dipergunakan dalam berbagai macam cara, yang termasuk kemampuan untuk bermanuver dalam jarak yang sempit yang tidak mungkin dilakukan oleh helikopter dan Pesawat terbang. Penemuan tersebut dipergunakan dalam proyek desain seniornya.
Lebih lanjut lagi, Mahmoud dan teman-temannya dalam satu tim tengah mengerjakan alat yang bisa menempel diatas segala macam permukaan padat, mengubah permukaan tersebut menjadi sistem kesadaran yang tangguh. Meski hanya merasakan dan menganalisa getaran di permukaan, alat tersebut dapat memperhitungkan bagian mana dari permukaan tersebut yang harus disentuh," jelasnya.
Teknologi tersebut dapat dipergunakan di segala macam permukaan dan pengguna bisa mengetahui dimana alat tersebut disentuh. Aplikasi dari teknologi semacam itu termasuk penggunaan untuk kepentingan keamanan. Mahmoud dan timnya menyelesaikan rancangan alat tersebut pada bulan Mei 2009, dan menamakannya sensor sentuh segala permukaan. Universitas Rutgers menganugerahi mereka sebagai juara pertama dalam kompetisi desain proyek.
Masa depan cerah
Pencapaian Mahmoud tidaklah berhenti sampai di sana. Selama menuntut ilmu di bangku kuliah dia menerima pemberitahuan dari dekan mengenai kesempatan magang di NASA. Di sana, Mahmoud ditawarkan untuk menjadi asisten. Karena dia memang selalu tertarik dengan ruang angkasa, peluang emas tersebut tidak disia-siakannya.
NASA menyambut kehadiran Mahmoud dengan tangan terbuka, dimana di NASA dia menjadi satu dari sedikit Muslim yang bekerja di sana. Dia mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sebuah spektrometer massa yang dipergunakan di atas permukaan bulan untuk mendeteksi partikel air di kawah-kawah bulan. Sederhananya, alat tersebut akan dipergunakan untuk membedakan molekul air dari partikel lainnya untuk mengidentifikasi keberadaan air di bulan.
Pekerjaan Mahmoud terbukti cukup penting bagi NASA sehingga NASA memperpanjang kesempatan kerjanya setelah lulus. Pada bulan September, setelah kelulusannya, Mahmoud akan mulai menempati posisi baru dengan NASA di pusat penerbangan angkasa Goddard di Maryland. Di sana, dia akan bekerja di departemen cyrogenics (ilmu yang mempelajari produksi temperatur udara yang sangat rendah – dibawah -150°C, -238°F atau 123°K dan apa yang terjadi pada benda-benda dalam kondisi temperatur semacam itu). Dalam posisinya tersebut, mahmoud akan terlibat dalam mendesaid pompa bahan bakar hidrogen cair untuk roket Ares I dan Ares V.
Menurut NASA, roket Ares akan mengirimkan astronot-astronot masa depan ke ruang angkasa, membawa mereka ke bulan, Mars dan ke bagian lain di tata surya. Roket Ares V aka menjadi kendaraan utama untuk perjalanan yang aman di ruang angkasa, termasuk materi yang diperlukan untuk memperpanjang kehadiran manusia di orbit Bumi."
Sudah jelas bahwa anak muda ini, yang dalam masa kecilnya sering bermain di masjid pada akhir minggu dan berdebat dengan guru-gurunya di sekolah, memiliki segudang potensi dalam bidang sains. Mahmoud lahir dari orang tua yang berkebangsaan Mesir, pencapaian Mahmoud menunjukkan sisi kuat dan potensi besar dari para pemuda Muslim." (dn/iol) www.suaramedia.com
Blogspot Nazaruddindemokrat
Makin Riuh KeprokPartai Lain
Saya Muhammad Nazaruddin, BendaharaFraksiPartaiDemokrat, anggotaKomisi VII DPR – RI , melanjutkanpaparansaya di media online.
SayamenyimakSeninpetangpekanlalu di saluran Metro TV, sosokpengacara OC Kaligissempatmengatakankehadapanpemirsa, “KPK sudahsemena-menaterhadapNazaruddin, barupadatahappenyelidikansudahmelakukanpencekalan.”
“ Sudahsemena-menaitu!”
“Hal initidakmemberikankepastianhukum, bertentangandengan KUHP. BelumlagimelihatDewan Pembina menyampaikanketeranganperspemecatan, sepertiSyamsuddfin, denganmukakebencian. JikasayaNazaruddin, sayagugatDemokrat,” ujar OC Kaligis.
Kepadapublik di tanah air sayainginmenyampaikan, Kaligisbukanlahpengacarasaya. Namuniamelihatketidakbenarankasus yang menimpasayadarisudutkacamatahukum. Dan tentusayatakakanmenuntutsiapa-siapadalamhalini.
Kasus yang menimpasaya, tidakterbantahkandominankentalsisipolitisnyadibandingsisihukum. Di dalam blog, saya yang lalu, banyakcacian, makian, yang menyebutkansayapengecut, dannada miring lainnya, namunjikamenyimakkeberangkatansayadenganlebihtajamkeSingapura, ketikameninggalkantanah air berobat, status sayaadalahmasihbebas. Tidakadapelanggaran UU yang sayalakukan.
Kentalpolitisnya. Itulahmasalah yang menimpasaya.Kasusuang yang diberikankeSekmenpora, masihdalampenyelidikan, lalumunculsosokMahfud MD, pimpinan MKmengangkatdanmenyodorkankePresidensoalfaktaisapanjempol yang mengatakansayamemberi S $ 120, ribu. Proses pengembaliannya pun sudahsayabantahdi di Metro TV, di manabanyaktaklogisnya.
SayatakpahamapaniatandariKetua MK, jika yang bersangkutaninginmenegakkankebenarandankebersihan, bisasajaiamemulaidarilingkup MKsendiri, mulaidariindikasikongkalingkongpembangunangedung, pengadaanbarang, danseterusnya.
Makanyatidakberlebihansayamengindikasikan di belakangKetua MKdengangerakannyaterhadapdirisayaadamesinpolitis yang bekerja. Kalausudahdemikian, kebenaranhukum yang sepertiapa yang akankitacaridantegakkan, khususnya yang inginditeggakkanKetua MK?
Perihalberikutnya yang inginsayasampaikanadalah: seakan-akansayapribadimelaluipartaimemperkayadiri. Hal inisilakanpenegakhukumdan media melakukaninvetigasi. Sebelummasukkepartaipolitiksecarakebetulan Allah memberikankesempatankepadasayamemilikikebunsawitdanpengolahannya. Dari berkebunitulahsayasebagaisosok yang bolehdibilangmuda, bahkanada media menulissayaanakkemarin sore, berpikirterjunsecara professional kepolitik.
Wartawanbisamenghitung, jika 600 hektarsajasawitkitapunya, bisamenghasilkan TBS danmendapatpenjualansetidaknyaRp 200 juta/hari. Bisadihitung, jikasayamemiliki minimal10 kali lipatdari 600 ha, plus pula mesinpengolahan? CPO?
Bekalitulah yang sayabawamenujupolitik.Hal itujugaterinpirasidarinegarademokrasimaju.Umumnyaseseorangmajukegelanggangpolitik, setelahekonominyamapan.
Partaimenjadipilihan.Dan sebagaimanatulisanpertama, di blog yang berbeda, sudahsayasebutkankalausayarespekdenganBapak SBY.ItumenjadialasansayamasukPartaiDemokrat.Laluapakahsalahdengandaya yang ada di sayaikutmendukungpartaimajudanberkembang?Termasukmendukung orang-orang mudasepertisayalebihbanyakmaju?
Menyimakmakiansayamaling, korup, seharusnya media melakukaninvestigasimenjalankannormadankeadahpers; silakanbuktikan yang sayakorupitumanadansiapa?
Media seharusnyamulaiberpikirmemajukanbangsakita, melirik orang-orang muda yang berusahamandiri, berbuatbagiperubahan, bukansebaliknya, menuduhrampok, koruptanpadasardanfaktanyata. Apalgijikatuduhanitudimainkanolehkalangan yang taksenangjikadarahbarutampil di kancahperpolitikan?
Kendatidemikian, sayatetapmelihatpositifkebebasan pers.
Denganpersbebassaatinisetiap orang punyapotensi top seketika.
Namunrunyammenyangkutdirisaya, hampirsemua yang diberitakansoalsayasisinegatifnya, seakansayainimanusia yang haram jadah yang takpernahberbuatpostifuntuklingkungan, untukduniausaha, untukpartaidanseterusnya.Inimenyakitkan. Saya rasa jika orang waras, menghadapiperlakuanmacaminiakansakitbaik mental, bahkanberimbaskefisiksepertiygsayaalami.
Beruntungmasihada media alternatifuntuksayamenuliskanhalsepertiini.Dan keberadaannyamembuatsaya pun mulaibelajarmenulis.Dan barusayasadaribahwamenulisitubukansuatuygsulit, tohpadaakhirnyahanyaucapanlisan yang dituliskan.
Dan sayaakanmenulislagipasti.
Saran sayakemedia, invesigasilah, terutam,a orang-orang yang tampilseakandirinyabagaikanmalaikat. MK khususnya yang ikutmemojokkansaya.Cobalahcekbagaimanaoperasionalkesekretariatandalampengadaanbarang, dalammenangnikasus yang berkaitriilbagikepentinganpublik, berikutnyajugacarakerja KPK?
jikasajaAndasemuaberadadalamposisisaya, danatau paling tidak media mencobabekerjaprofesionaltetapberada di tengah, tidakmemihak, sayayakinpublikakanmendapatkanpendidikanberhargadarikasus yang menimpadirisaya, bukansematahanyamakiansayaininajis yang harusdilaknat.
Sekalilagi, inibukanpembelaaan. Semuacaci, makian, bahkanempatisayaucapkanterimakasih.SemogaTuhan Yang MahaEsamemberikanpetunjukterbaikbagijalankehidupankitasemua.Dan Allah meberikansayakesehatan. Amin.
Muhammad Nazaruddin
Saya Muhammad Nazaruddin, BendaharaFraksiPartaiDemokrat, anggotaKomisi VII DPR – RI , melanjutkanpaparansaya di media online.
SayamenyimakSeninpetangpekanlalu di saluran Metro TV, sosokpengacara OC Kaligissempatmengatakankehadapanpemirsa, “KPK sudahsemena-menaterhadapNazaruddin, barupadatahappenyelidikansudahmelakukanpencekalan.”
“ Sudahsemena-menaitu!”
“Hal initidakmemberikankepastianhukum, bertentangandengan KUHP. BelumlagimelihatDewan Pembina menyampaikanketeranganperspemecatan, sepertiSyamsuddfin, denganmukakebencian. JikasayaNazaruddin, sayagugatDemokrat,” ujar OC Kaligis.
Kepadapublik di tanah air sayainginmenyampaikan, Kaligisbukanlahpengacarasaya. Namuniamelihatketidakbenarankasus yang menimpasayadarisudutkacamatahukum. Dan tentusayatakakanmenuntutsiapa-siapadalamhalini.
Kasus yang menimpasaya, tidakterbantahkandominankentalsisipolitisnyadibandingsisihukum. Di dalam blog, saya yang lalu, banyakcacian, makian, yang menyebutkansayapengecut, dannada miring lainnya, namunjikamenyimakkeberangkatansayadenganlebihtajamkeSingapura, ketikameninggalkantanah air berobat, status sayaadalahmasihbebas. Tidakadapelanggaran UU yang sayalakukan.
Kentalpolitisnya. Itulahmasalah yang menimpasaya.Kasusuang yang diberikankeSekmenpora, masihdalampenyelidikan, lalumunculsosokMahfud MD, pimpinan MKmengangkatdanmenyodorkankePresidensoalfaktaisapanjempol yang mengatakansayamemberi S $ 120, ribu. Proses pengembaliannya pun sudahsayabantahdi di Metro TV, di manabanyaktaklogisnya.
SayatakpahamapaniatandariKetua MK, jika yang bersangkutaninginmenegakkankebenarandankebersihan, bisasajaiamemulaidarilingkup MKsendiri, mulaidariindikasikongkalingkongpembangunangedung, pengadaanbarang, danseterusnya.
Makanyatidakberlebihansayamengindikasikan di belakangKetua MKdengangerakannyaterhadapdirisayaadamesinpolitis yang bekerja. Kalausudahdemikian, kebenaranhukum yang sepertiapa yang akankitacaridantegakkan, khususnya yang inginditeggakkanKetua MK?
Perihalberikutnya yang inginsayasampaikanadalah: seakan-akansayapribadimelaluipartaimemperkayadiri. Hal inisilakanpenegakhukumdan media melakukaninvetigasi. Sebelummasukkepartaipolitiksecarakebetulan Allah memberikankesempatankepadasayamemilikikebunsawitdanpengolahannya. Dari berkebunitulahsayasebagaisosok yang bolehdibilangmuda, bahkanada media menulissayaanakkemarin sore, berpikirterjunsecara professional kepolitik.
Wartawanbisamenghitung, jika 600 hektarsajasawitkitapunya, bisamenghasilkan TBS danmendapatpenjualansetidaknyaRp 200 juta/hari. Bisadihitung, jikasayamemiliki minimal10 kali lipatdari 600 ha, plus pula mesinpengolahan? CPO?
Bekalitulah yang sayabawamenujupolitik.Hal itujugaterinpirasidarinegarademokrasimaju.Umumnyaseseorangmajukegelanggangpolitik, setelahekonominyamapan.
Partaimenjadipilihan.Dan sebagaimanatulisanpertama, di blog yang berbeda, sudahsayasebutkankalausayarespekdenganBapak SBY.ItumenjadialasansayamasukPartaiDemokrat.Laluapakahsalahdengandaya yang ada di sayaikutmendukungpartaimajudanberkembang?Termasukmendukung orang-orang mudasepertisayalebihbanyakmaju?
Menyimakmakiansayamaling, korup, seharusnya media melakukaninvestigasimenjalankannormadankeadahpers; silakanbuktikan yang sayakorupitumanadansiapa?
Media seharusnyamulaiberpikirmemajukanbangsakita, melirik orang-orang muda yang berusahamandiri, berbuatbagiperubahan, bukansebaliknya, menuduhrampok, koruptanpadasardanfaktanyata. Apalgijikatuduhanitudimainkanolehkalangan yang taksenangjikadarahbarutampil di kancahperpolitikan?
Kendatidemikian, sayatetapmelihatpositifkebebasan pers.
Denganpersbebassaatinisetiap orang punyapotensi top seketika.
Namunrunyammenyangkutdirisaya, hampirsemua yang diberitakansoalsayasisinegatifnya, seakansayainimanusia yang haram jadah yang takpernahberbuatpostifuntuklingkungan, untukduniausaha, untukpartaidanseterusnya.Inimenyakitkan. Saya rasa jika orang waras, menghadapiperlakuanmacaminiakansakitbaik mental, bahkanberimbaskefisiksepertiygsayaalami.
Beruntungmasihada media alternatifuntuksayamenuliskanhalsepertiini.Dan keberadaannyamembuatsaya pun mulaibelajarmenulis.Dan barusayasadaribahwamenulisitubukansuatuygsulit, tohpadaakhirnyahanyaucapanlisan yang dituliskan.
Dan sayaakanmenulislagipasti.
Saran sayakemedia, invesigasilah, terutam,a orang-orang yang tampilseakandirinyabagaikanmalaikat. MK khususnya yang ikutmemojokkansaya.Cobalahcekbagaimanaoperasionalkesekretariatandalampengadaanbarang, dalammenangnikasus yang berkaitriilbagikepentinganpublik, berikutnyajugacarakerja KPK?
jikasajaAndasemuaberadadalamposisisaya, danatau paling tidak media mencobabekerjaprofesionaltetapberada di tengah, tidakmemihak, sayayakinpublikakanmendapatkanpendidikanberhargadarikasus yang menimpadirisaya, bukansematahanyamakiansayaininajis yang harusdilaknat.
Sekalilagi, inibukanpembelaaan. Semuacaci, makian, bahkanempatisayaucapkanterimakasih.SemogaTuhan Yang MahaEsamemberikanpetunjukterbaikbagijalankehidupankitasemua.Dan Allah meberikansayakesehatan. Amin.
Muhammad Nazaruddin
Selasa, 14 Juni 2011
Awassss ….. Pemerintahan SBY Siap Menjual Natuna ke USA
OPINI | 06 January 2011 | 19:40 576 18 Nihil
Saya yakin kita semua sudah maklum bahwa pemerintah kembali menunjuk Exxon (bersama Total & Petronas) untuk menjadi patner Pertamina mengelola blok Natuna (Natuna Timur, d/h Natuna D-Alpha), melalui penandatangan HoA pada tanggal 3/12/2010 dan 17/12/2010 yang lalu.
Saya concern atas penunjukan Exxon karena perusahaan ini sudah menipu kita dengan pola bagi hasil 100% : 0% (pemerintah RI dapat 0%!) pada kontrak Natuna yang lalu. Seharusnya perusahaan ini di black list, bukan malah diberi kesempatan baru. Selain itu, saya juga khawatir bahwa yang akhirnya ditunjuk menjadi operator bukan Pertamina tapi Exxon! Berdasarkan pengalaman Cepu, Dirut Pertamina pada waktu itu menyatakan siap jadi operator, tapi pemerintah menunjuk Exxon. Sekarang, Dirut Pertamina kembali menyatakan siap jadi operator Natuna, namun pemerintah belum mengukuhkannya. Bahkan Dijen Migas mengatakan, Pertamina ditunjuk pemerintah untuk mencari patner, tukan …. untuk jadi operator…. Apakah sejarah akan berulang, bahwa SBY tunduk kepada pemerintah Amerika?
Mari kita mulai menggalang aksi untuk melakukan advokasi. Mari membuat pernyataan sikap, menuntut DPR, menulis artikel sebanyak-banyaknya. Potensi Natuna itu 6 kali lebih banyak dibanding potensi Tangguh. Nilai ekonomisnya pada harga minyak US$ 80/barel adalah sekiar Rp 6000 triliun. Sekarang harga minyak naik menjadi US$ 90/barel, nilanyapun naik jadi Rp 6750 tiliun!
Dibawah ini tulisan tentang Natuna (SINDO, 6 Januari 2011) sebagai awal perjuangan kita.
Selamat berjuang!
wass,
marwan
Nasib Pertamina di Natuna
Oleh: Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies, IRESS
12943175411203036474Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2010 Pertamina dan ExxonMobil (EM) telah menandatangani pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement, HoA) pengembangan Blok Natuna Timur (dulu bernama Natuna D-Alpha). Selanjutnya, pada tanggal 17 Desember 2010, Pertamina kembali menandatangani HoA dengan Total Indonesie dan Petronas (Sindo, 20/12/2010). HoA masih merupakan kesepakatan awal menuju suatu kontrak kerja sama (KKS) yang permanen. Namun kami sangat prihatin atas penetapan EM sebagai salah satu mitra Pertamina. Tulisan ini membahas concerns tersebut dalam hal-hal terkait kebijakan pemeritah, operatorship, sejarah EM di Natuna, kondisi geopolitik dan rencana laju ekstraksi/pengurasa n gas.
Pertama, sikap pemerintah terkait Natuna dapat ditelusuri dari berbagai pernyataan pejabat yang tidak konsisten, dan diduga sebagai bentuk ketidakberdayaan pada asing. Pada tanggal 25 Januari 2007, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan: “Sejak Januari 2007 pemerintah menetapkan Blok Natuna D-Alpha sebagai wilayah terbuka migas (Investor Daily 26/1/2007)”. Namun hal ini langsung dibantah dengan lantang oleh VP EM, Maman Budiman, yang menyatakan: “Itu tidak pernah disampaikan kepada EM”, sehingga EM mengklaim masih merupakan operator Natuna.
Pada tanggal 2 Juni 2008, melalui surat No. 3588/11/MEM/ 2008, Menteri ESDM menyatakan menunjuk Pertamina untuk “mengelola” Natuna. Namun Dirut Pertamina, Ari Soemarno menyatakan membutuhkan kejelasan tentang status EM: “Terutama soal hukumnya, sudah selesai apa belum, karena ada pihak yang mempermasalahkan itu”. Atas keraguan Dirut Pertamina ini, Menteri ESDM berkata: “Apa yang perlu dipertanyakan lagi? Keputusan menyerahkan blok itu ke Pertamina sudah melalui sidang kabinet yang dipimpin Presiden, dan ada surat Menteri ESDM” (Bisnis Indonesia, 11/12/2008).
Keraguan Dirut Pertamina memang beralasan, karena ternyata setelah terbitnya surat penunjukan Pertamina tersebut, EM masih pede bersikap sebagai operator, dan dibuktikan dengan penyerahan Plan of Development
(PoD) Natuna kepada BP Migas pada tanggal 30 Desember 2008. Sikap confidence EM menyerahkan PoD diiringi dengan pernyataan Maman Budiman (Kompas, 9/1/2009): “EM masih berhak di Natuna. Sesuai kontrak Natuna
PSC, pengajuan PoD adalah langkah sebelum deadline berakhir”. Kenapa Maman begitu yakin?
Ternyata EM memang masih diakui sebagai operator Natuna… Buktinya, pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI tanggal 2/1/2009, Kepala BP Migas mengakui bahwa EM telah diberi perpanjangan kontrak
pada Januari 2007 dan berikutnya pada Januari 2008 (Investor Daily, 3/1/2009). Dengan demikian, tidak salah jika Dirut Pertamina ragu melakukan aksi-aksi korporasi, meskipun Purnomo mengatakan sudah ada penunjukan melalui Kepmen No. 3588 atau bahkan kesepakatan sidang kabinet yang dipimpin Presiden BEYE.
Akrobat pernyataan pejabat di atas dapat diartikan sebagai penyembunyian informasi, sekaligus bentuk ketundukan kepada asing. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika akhirnya pemerintah “melanjutkan” dukungan pada EM, dan memerintahkan Pertamina memilih EM sebagai patner dengan penandatanganan HoA pada tanggal 3 Desember 2010 yang lalu.
Kedua, pemerintah tidak segera menunjuk Pertamina sebagai opertor Natuna. Disamping melanggar kosntitusi, hal ini tidak sesuai dengan visi dan program pemerintah yang ingin membesarkan Pertamina. Keengganan menunjuk Pertamina ini sama seperti yang terjadi pada Blok Cepu (2006). Saat itu Dirut Pertamina menyatakan sanggup menjadi operator Cepu, namun yang ditunjuk adalah EM. Sekarang (Republika, 9/12/2010), Dirut Karen Agustiawan pun telah menyatakan kesiapan Pertamina memimpin eksploitasi Natuna. Namun sikap pemerintah
tampaknya sama seperti pada Blok Cepu.
Dirjen Migas, Evita H. Legowo mengaku tidak bisa memutuskan permintaan Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas Natuna. Disebutkan bahwa pemerintah tidak pernah menunjuk Pertamina sebagai operator. “Suratnya
(maksudnya Surat No.3588) diserahkan kepada Pertamina untuk cari patner. Tak disebut masalah operator” kata Evita (Antara, 6/12/2010). Dengan pernyataan ini kita khawatir, yang akhirnya kelak ditunjuk sebagai operator adalah EM. Jika demikian, jelaslah jika amanat konstitusi diabaikan dan kebijakan untuk membesarkan national oil company (NOC) sebagaimana berlaku di seluruh dunia, tidak berlaku pada Pertamina dan pemerintahan (BEYE) Indonesia.
Ketiga, pemerintah masih memilih EM sebagai mitra Pertamina, padahal Negara Republik Indonesia telah dicurangi dengan pola bagi hasil 0% (RI) : 100% (EM) pada kontrak Natuna (1980-an) sebelumnya. Pola curang
seperti ini lumrah dilakukan oleh negara-negara penjajah di seluruh dunia. Kita memahami tingginya kandungan CO2 memerlukan biaya ekstra untuk memisahkannaya, sehingga pola bagi hasil 70% : 30% dapat saja tidak relevan. Namun, biaya ekstra tersebut tidaklah demikian besar sehingga penerimaan negara berubah dari 70% menjadi 0%! Biaya ekstra tersebut pasti jauh lebih kecil dibanding pendapatan yang seharusnya diterima negara.
Biaya pemisahan CO2 seharusnya didanai menggunakan pendapatan gas yang diproduksi, tanpa merubah pola umum bagi hasil 70% : 30%. Berdasarkan informasi di lapangan, biaya operasi pemisahan CO2 (menggunakan proses absorpsi atau membran) berkisar antara 2% hingga 10% dari gas yang diproduksi. Hal ini dapat diamati pada ladang Grissik yang dioperasikan oleh Conoco-Phillips atau ladang Sleipner di Norwegia yang dioperasikan oleh Statoil. Disamping memisahkan CO2, ladang Statoil sekaligus menyimpan (mengasingkan) CO2 ratusan meter di (aquifer) bawah dasar laut. Dengan demikian, sangat absurd dan aneh jika pemerintah masih juga memberi kesempatan kepada EM yang telah bersikap sebagai penjajah dan berencana menghisap kekayaan negeri ini
di Natuna.
Keempat, seorang pejabat pemerintah menyatakan EM perlu dijadikan mitra di Natuna karena situasi geopolitik dan kepentingan keamanan. Jangan-jangan kekhawatiran ini sengaja disebarkan untuk menjustifikasi penunjukan EM. Namun terlepas dari itu, Natuna bukanlah wilayah sengketa yang diperebutkan banyak negara seperti halnya Kepulauan Spratly. Selain itu, Indonesia adalah negara berdaulat yang mempunyai wilayah dan batas negara yang jelas. Kita juga memegang sikap poilitik yang bebas dan aktif. Adalah hak kita untuk melakukan apa saja dan berpatner dengan siapa saja dalam wilayah negara kita tanpa tergantung pada negara lain. Dengan demikian, secara geopolitis, pemerintah seharusnya tidak punya alasan apapun untuk tunduk dan mengikutsertakan EM mengelola Natuna.
Kelima, pernyataan EM bahwa eksploitasi akan berlangsung sekitar 30 tahun harus digugat. Kita menginginkan Natuna dieksploitasi dengan memperhatikan aspek-aspek keekonomian, kelestarian lingkungan dan etika berkelanjutan untuk generasi mendatang. Gas Natuna terutama harus dialokasikan untuk domestik. Dengan potensi sebesar 46 tcf (46.1012 x 1/5.487 barel oil equivalent,boe x $80/boe = US$ 670.68 billion = Rp. 6036,08 triliun), seharusnya Natuna dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, minimal selama 92 tahun (laju produksi 0,5 tcf atau 500 bcf per tahun). Prinsip kuras sebanyak-banyaknya dalam waktu secepat-cepatnya seperti berlaku di Arun atau Badak sudah bukan jamannya lagi untuk diterapkan karena hanya menguntungkan kontraktor dan menyisakan kemiskinan bagi daerah penghasil dan generasi mendatang.
Tulisan ini kami buat sebagai komitmen dukungan kepada pemerintah agar berani menegakkan kedaulatan negara dan harga diri bangsa. Dengan minimal lima alasan di atas, kami meminta pemerintah BEYE untuk
membatalkan HoA dengan EM dan segera menunjuk Pertamina sebagai operator Natuna. Kami tidak rela negara ini terus diremehkan asing, sebagaimana kami pun tidak berharap pemerintah BEYE bersikap lemah kepada mereka. Selain itu, Indonesia harus bebas memilih yang terbaik bagi rakyatnya: Pertamina adalah operator Natuna yang akan memproduksi gas dengan laju ekstraksi terkendali, sehingga kebutuhan domestik dan
ekonomi berkelanjutan dapat terpenuhi.
catatan BapaeOgi : Artikel ini mampir di milist yang saya ikuti. Karena memuat kebenaran menurut saya, serta penting untuk disebarluaskan yang memang diamanatkan oleh penulisnya maka saya kirim ke kompasiana agar menjadi pemikiran bersama, memperjuangkan agar kekayaan alam Indonesia tidak dijual dibawah tangan baik itu atas nama personal seperti jaman Soeharto dulu ataupun atas nama korporasi dan partai yang memang perlu modal besar untuk bertempur di 2014. Bila sependapat silakan untuk disebarluaskan lebih jauh ke milist yang Bapak Ibu kompasianer ikuti. Mudah-mudahan bisa mencegah kesalahan yang akan dibuat pemerintah bila tetap menunjuk Exxon sebagai operator dan mengkerdilkan pertamina.
OPINI | 06 January 2011 | 19:40 576 18 Nihil
Saya yakin kita semua sudah maklum bahwa pemerintah kembali menunjuk Exxon (bersama Total & Petronas) untuk menjadi patner Pertamina mengelola blok Natuna (Natuna Timur, d/h Natuna D-Alpha), melalui penandatangan HoA pada tanggal 3/12/2010 dan 17/12/2010 yang lalu.
Saya concern atas penunjukan Exxon karena perusahaan ini sudah menipu kita dengan pola bagi hasil 100% : 0% (pemerintah RI dapat 0%!) pada kontrak Natuna yang lalu. Seharusnya perusahaan ini di black list, bukan malah diberi kesempatan baru. Selain itu, saya juga khawatir bahwa yang akhirnya ditunjuk menjadi operator bukan Pertamina tapi Exxon! Berdasarkan pengalaman Cepu, Dirut Pertamina pada waktu itu menyatakan siap jadi operator, tapi pemerintah menunjuk Exxon. Sekarang, Dirut Pertamina kembali menyatakan siap jadi operator Natuna, namun pemerintah belum mengukuhkannya. Bahkan Dijen Migas mengatakan, Pertamina ditunjuk pemerintah untuk mencari patner, tukan …. untuk jadi operator…. Apakah sejarah akan berulang, bahwa SBY tunduk kepada pemerintah Amerika?
Mari kita mulai menggalang aksi untuk melakukan advokasi. Mari membuat pernyataan sikap, menuntut DPR, menulis artikel sebanyak-banyaknya. Potensi Natuna itu 6 kali lebih banyak dibanding potensi Tangguh. Nilai ekonomisnya pada harga minyak US$ 80/barel adalah sekiar Rp 6000 triliun. Sekarang harga minyak naik menjadi US$ 90/barel, nilanyapun naik jadi Rp 6750 tiliun!
Dibawah ini tulisan tentang Natuna (SINDO, 6 Januari 2011) sebagai awal perjuangan kita.
Selamat berjuang!
wass,
marwan
Nasib Pertamina di Natuna
Oleh: Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies, IRESS
12943175411203036474Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2010 Pertamina dan ExxonMobil (EM) telah menandatangani pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement, HoA) pengembangan Blok Natuna Timur (dulu bernama Natuna D-Alpha). Selanjutnya, pada tanggal 17 Desember 2010, Pertamina kembali menandatangani HoA dengan Total Indonesie dan Petronas (Sindo, 20/12/2010). HoA masih merupakan kesepakatan awal menuju suatu kontrak kerja sama (KKS) yang permanen. Namun kami sangat prihatin atas penetapan EM sebagai salah satu mitra Pertamina. Tulisan ini membahas concerns tersebut dalam hal-hal terkait kebijakan pemeritah, operatorship, sejarah EM di Natuna, kondisi geopolitik dan rencana laju ekstraksi/pengurasa n gas.
Pertama, sikap pemerintah terkait Natuna dapat ditelusuri dari berbagai pernyataan pejabat yang tidak konsisten, dan diduga sebagai bentuk ketidakberdayaan pada asing. Pada tanggal 25 Januari 2007, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan: “Sejak Januari 2007 pemerintah menetapkan Blok Natuna D-Alpha sebagai wilayah terbuka migas (Investor Daily 26/1/2007)”. Namun hal ini langsung dibantah dengan lantang oleh VP EM, Maman Budiman, yang menyatakan: “Itu tidak pernah disampaikan kepada EM”, sehingga EM mengklaim masih merupakan operator Natuna.
Pada tanggal 2 Juni 2008, melalui surat No. 3588/11/MEM/ 2008, Menteri ESDM menyatakan menunjuk Pertamina untuk “mengelola” Natuna. Namun Dirut Pertamina, Ari Soemarno menyatakan membutuhkan kejelasan tentang status EM: “Terutama soal hukumnya, sudah selesai apa belum, karena ada pihak yang mempermasalahkan itu”. Atas keraguan Dirut Pertamina ini, Menteri ESDM berkata: “Apa yang perlu dipertanyakan lagi? Keputusan menyerahkan blok itu ke Pertamina sudah melalui sidang kabinet yang dipimpin Presiden, dan ada surat Menteri ESDM” (Bisnis Indonesia, 11/12/2008).
Keraguan Dirut Pertamina memang beralasan, karena ternyata setelah terbitnya surat penunjukan Pertamina tersebut, EM masih pede bersikap sebagai operator, dan dibuktikan dengan penyerahan Plan of Development
(PoD) Natuna kepada BP Migas pada tanggal 30 Desember 2008. Sikap confidence EM menyerahkan PoD diiringi dengan pernyataan Maman Budiman (Kompas, 9/1/2009): “EM masih berhak di Natuna. Sesuai kontrak Natuna
PSC, pengajuan PoD adalah langkah sebelum deadline berakhir”. Kenapa Maman begitu yakin?
Ternyata EM memang masih diakui sebagai operator Natuna… Buktinya, pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI tanggal 2/1/2009, Kepala BP Migas mengakui bahwa EM telah diberi perpanjangan kontrak
pada Januari 2007 dan berikutnya pada Januari 2008 (Investor Daily, 3/1/2009). Dengan demikian, tidak salah jika Dirut Pertamina ragu melakukan aksi-aksi korporasi, meskipun Purnomo mengatakan sudah ada penunjukan melalui Kepmen No. 3588 atau bahkan kesepakatan sidang kabinet yang dipimpin Presiden BEYE.
Akrobat pernyataan pejabat di atas dapat diartikan sebagai penyembunyian informasi, sekaligus bentuk ketundukan kepada asing. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika akhirnya pemerintah “melanjutkan” dukungan pada EM, dan memerintahkan Pertamina memilih EM sebagai patner dengan penandatanganan HoA pada tanggal 3 Desember 2010 yang lalu.
Kedua, pemerintah tidak segera menunjuk Pertamina sebagai opertor Natuna. Disamping melanggar kosntitusi, hal ini tidak sesuai dengan visi dan program pemerintah yang ingin membesarkan Pertamina. Keengganan menunjuk Pertamina ini sama seperti yang terjadi pada Blok Cepu (2006). Saat itu Dirut Pertamina menyatakan sanggup menjadi operator Cepu, namun yang ditunjuk adalah EM. Sekarang (Republika, 9/12/2010), Dirut Karen Agustiawan pun telah menyatakan kesiapan Pertamina memimpin eksploitasi Natuna. Namun sikap pemerintah
tampaknya sama seperti pada Blok Cepu.
Dirjen Migas, Evita H. Legowo mengaku tidak bisa memutuskan permintaan Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas Natuna. Disebutkan bahwa pemerintah tidak pernah menunjuk Pertamina sebagai operator. “Suratnya
(maksudnya Surat No.3588) diserahkan kepada Pertamina untuk cari patner. Tak disebut masalah operator” kata Evita (Antara, 6/12/2010). Dengan pernyataan ini kita khawatir, yang akhirnya kelak ditunjuk sebagai operator adalah EM. Jika demikian, jelaslah jika amanat konstitusi diabaikan dan kebijakan untuk membesarkan national oil company (NOC) sebagaimana berlaku di seluruh dunia, tidak berlaku pada Pertamina dan pemerintahan (BEYE) Indonesia.
Ketiga, pemerintah masih memilih EM sebagai mitra Pertamina, padahal Negara Republik Indonesia telah dicurangi dengan pola bagi hasil 0% (RI) : 100% (EM) pada kontrak Natuna (1980-an) sebelumnya. Pola curang
seperti ini lumrah dilakukan oleh negara-negara penjajah di seluruh dunia. Kita memahami tingginya kandungan CO2 memerlukan biaya ekstra untuk memisahkannaya, sehingga pola bagi hasil 70% : 30% dapat saja tidak relevan. Namun, biaya ekstra tersebut tidaklah demikian besar sehingga penerimaan negara berubah dari 70% menjadi 0%! Biaya ekstra tersebut pasti jauh lebih kecil dibanding pendapatan yang seharusnya diterima negara.
Biaya pemisahan CO2 seharusnya didanai menggunakan pendapatan gas yang diproduksi, tanpa merubah pola umum bagi hasil 70% : 30%. Berdasarkan informasi di lapangan, biaya operasi pemisahan CO2 (menggunakan proses absorpsi atau membran) berkisar antara 2% hingga 10% dari gas yang diproduksi. Hal ini dapat diamati pada ladang Grissik yang dioperasikan oleh Conoco-Phillips atau ladang Sleipner di Norwegia yang dioperasikan oleh Statoil. Disamping memisahkan CO2, ladang Statoil sekaligus menyimpan (mengasingkan) CO2 ratusan meter di (aquifer) bawah dasar laut. Dengan demikian, sangat absurd dan aneh jika pemerintah masih juga memberi kesempatan kepada EM yang telah bersikap sebagai penjajah dan berencana menghisap kekayaan negeri ini
di Natuna.
Keempat, seorang pejabat pemerintah menyatakan EM perlu dijadikan mitra di Natuna karena situasi geopolitik dan kepentingan keamanan. Jangan-jangan kekhawatiran ini sengaja disebarkan untuk menjustifikasi penunjukan EM. Namun terlepas dari itu, Natuna bukanlah wilayah sengketa yang diperebutkan banyak negara seperti halnya Kepulauan Spratly. Selain itu, Indonesia adalah negara berdaulat yang mempunyai wilayah dan batas negara yang jelas. Kita juga memegang sikap poilitik yang bebas dan aktif. Adalah hak kita untuk melakukan apa saja dan berpatner dengan siapa saja dalam wilayah negara kita tanpa tergantung pada negara lain. Dengan demikian, secara geopolitis, pemerintah seharusnya tidak punya alasan apapun untuk tunduk dan mengikutsertakan EM mengelola Natuna.
Kelima, pernyataan EM bahwa eksploitasi akan berlangsung sekitar 30 tahun harus digugat. Kita menginginkan Natuna dieksploitasi dengan memperhatikan aspek-aspek keekonomian, kelestarian lingkungan dan etika berkelanjutan untuk generasi mendatang. Gas Natuna terutama harus dialokasikan untuk domestik. Dengan potensi sebesar 46 tcf (46.1012 x 1/5.487 barel oil equivalent,boe x $80/boe = US$ 670.68 billion = Rp. 6036,08 triliun), seharusnya Natuna dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, minimal selama 92 tahun (laju produksi 0,5 tcf atau 500 bcf per tahun). Prinsip kuras sebanyak-banyaknya dalam waktu secepat-cepatnya seperti berlaku di Arun atau Badak sudah bukan jamannya lagi untuk diterapkan karena hanya menguntungkan kontraktor dan menyisakan kemiskinan bagi daerah penghasil dan generasi mendatang.
Tulisan ini kami buat sebagai komitmen dukungan kepada pemerintah agar berani menegakkan kedaulatan negara dan harga diri bangsa. Dengan minimal lima alasan di atas, kami meminta pemerintah BEYE untuk
membatalkan HoA dengan EM dan segera menunjuk Pertamina sebagai operator Natuna. Kami tidak rela negara ini terus diremehkan asing, sebagaimana kami pun tidak berharap pemerintah BEYE bersikap lemah kepada mereka. Selain itu, Indonesia harus bebas memilih yang terbaik bagi rakyatnya: Pertamina adalah operator Natuna yang akan memproduksi gas dengan laju ekstraksi terkendali, sehingga kebutuhan domestik dan
ekonomi berkelanjutan dapat terpenuhi.
catatan BapaeOgi : Artikel ini mampir di milist yang saya ikuti. Karena memuat kebenaran menurut saya, serta penting untuk disebarluaskan yang memang diamanatkan oleh penulisnya maka saya kirim ke kompasiana agar menjadi pemikiran bersama, memperjuangkan agar kekayaan alam Indonesia tidak dijual dibawah tangan baik itu atas nama personal seperti jaman Soeharto dulu ataupun atas nama korporasi dan partai yang memang perlu modal besar untuk bertempur di 2014. Bila sependapat silakan untuk disebarluaskan lebih jauh ke milist yang Bapak Ibu kompasianer ikuti. Mudah-mudahan bisa mencegah kesalahan yang akan dibuat pemerintah bila tetap menunjuk Exxon sebagai operator dan mengkerdilkan pertamina.
Ir Soekarno, SBY, M Ahmadinejad dan Pesawat Kepresidenan
14 June 2011 | 03:10 1453 34
Benedictus Tambajong
MP3I
Ir Soekarno dan Pesawat DAKOTA RI -001 .
Pada tanggal 16 Juni 1948 di Hotel Kutaraja, Presiden Soekarno berhasil membangkitkan patriotisme rakyat Aceh. Melalui sebuah kepanitiaan yang diketuai Djuned Yusuf dan Said Muhammad Alhabsji, berhasil dikumpulkan sumbangan dari rakyat Aceh setara dengan 20 kg emas.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli sebuah pesawat Dakota dan menjadi pesawat angkut pertama yang dimiliki bangsa Indonesia. Pesawat Dakota sumbangan dari rakyat Aceh itu kemudian diberi nama Dakota RI-001 Seulawah. Seulawah sendiri berarti “Gunung Emas”.
Kehadiran Dakota RI-001 Seulawah mendorong dibukanya jalur penerbangan Jawa-Sumatra, bahkan hingga ke luar negeri. Pada bulan November 1948, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengadakan perjalanan keliling Sumatra dengan rute Maguwo-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payakumbuh-Maguwo.
SBY dan Pesawat kepresidenan
Saat kondisi negri dalam keprihatinan pemerintahan SBY berhasil meyakinkan DPR untuk membeli Pesawat kepresidenan . Proses pengadaan pesawat kepresidenan terus berjalan. Bahkan, pemerintah telah mencapai deal harga dengan perusahaan Boeing. Sekitar dua tahun lagi, pesawat yang akan menjadi tumpangan resmi Presiden RI itu akan tiba di tanah air.
DPR dan pemerintah memang telah bersepakat mengenai pembelian pesawat bertipe 737 ?800 Boeing Business Jet 2 (BBJ2) itu sejak awal 2010 lalu. Saat itu, sempat muncul perkiraan harga pesawat sebesar USD 85,4 juta atau Rp 854 miliar.
Namun, dalam prosesnya harga itu rupanya bisa ditekan menjadi USD 62 juta. Bahkan, setelah dinego pemerintah kembali mendapat discount, sehingga harganya menjadi USD 58 juta. “Meskipun dulu sudah disetujui anggarannya, kami berhasil nego lagi dan tekan sampai USD 4 juta,” itulah kalimat yang meyakinkan terucap seorang menteri sekertaris negri ini.
Pertimbangannya selama ini, untuk perjalanan dinas presiden, setneg menyewa pesawat Boeing 737-500 dari Garuda Indonesia. Pesawat jenis buatan Amerika Serikat itu biasa digunakan untuk kunjungan kerja presiden ke daerah-daerah di tanah air. Untuk lawatan internasional, pesawat yang digunakan adalah jenis Airbus A-300-330 atau Airbus A-300-341 bikinan Perancis.
Sang sekertaris lupa masih banyak pemimpin Negara yang masih PRIHATIN sebutlah Perdana Menteri India,dan beberapa pemimpin Negara yang masih menggunakan Pesawat sewaan.
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad adalah presiden termiskin di dunia. Dia menyebutkan, “kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran”.
Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ahmadinejad menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Sebagai tambahan informasi, Ahmadinejad masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Demikian 3 pemimpin dengan cara pandang yang berbeda,Jika Soekarno menggalang solidaritas rakyat Aceh sehingga dengan suka rela menyumbang harta bendanya untuk MODAL awal maskapai penerbangan pertama Republik.M Ahmadinejad merubah pesawat kepresidenan menjadi pesawat cargo sebuah inovasi yang sangat jarang dimiliki oleh seorang pemimpin negara dewasa ini.Maka untuk presiden SBY,silahkan anda menilainya sendiri.Mari Berbangga , wajar karena negri yang kaya raya ini memiliki sebuah pesawat Kepresidenan,yang saat Pak Harto tak terpikirkan (selama 32 tahun berkuasa).
Benedictus Tambajong
MP3I
Ir Soekarno dan Pesawat DAKOTA RI -001 .
Pada tanggal 16 Juni 1948 di Hotel Kutaraja, Presiden Soekarno berhasil membangkitkan patriotisme rakyat Aceh. Melalui sebuah kepanitiaan yang diketuai Djuned Yusuf dan Said Muhammad Alhabsji, berhasil dikumpulkan sumbangan dari rakyat Aceh setara dengan 20 kg emas.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli sebuah pesawat Dakota dan menjadi pesawat angkut pertama yang dimiliki bangsa Indonesia. Pesawat Dakota sumbangan dari rakyat Aceh itu kemudian diberi nama Dakota RI-001 Seulawah. Seulawah sendiri berarti “Gunung Emas”.
Kehadiran Dakota RI-001 Seulawah mendorong dibukanya jalur penerbangan Jawa-Sumatra, bahkan hingga ke luar negeri. Pada bulan November 1948, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengadakan perjalanan keliling Sumatra dengan rute Maguwo-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payakumbuh-Maguwo.
SBY dan Pesawat kepresidenan
Saat kondisi negri dalam keprihatinan pemerintahan SBY berhasil meyakinkan DPR untuk membeli Pesawat kepresidenan . Proses pengadaan pesawat kepresidenan terus berjalan. Bahkan, pemerintah telah mencapai deal harga dengan perusahaan Boeing. Sekitar dua tahun lagi, pesawat yang akan menjadi tumpangan resmi Presiden RI itu akan tiba di tanah air.
DPR dan pemerintah memang telah bersepakat mengenai pembelian pesawat bertipe 737 ?800 Boeing Business Jet 2 (BBJ2) itu sejak awal 2010 lalu. Saat itu, sempat muncul perkiraan harga pesawat sebesar USD 85,4 juta atau Rp 854 miliar.
Namun, dalam prosesnya harga itu rupanya bisa ditekan menjadi USD 62 juta. Bahkan, setelah dinego pemerintah kembali mendapat discount, sehingga harganya menjadi USD 58 juta. “Meskipun dulu sudah disetujui anggarannya, kami berhasil nego lagi dan tekan sampai USD 4 juta,” itulah kalimat yang meyakinkan terucap seorang menteri sekertaris negri ini.
Pertimbangannya selama ini, untuk perjalanan dinas presiden, setneg menyewa pesawat Boeing 737-500 dari Garuda Indonesia. Pesawat jenis buatan Amerika Serikat itu biasa digunakan untuk kunjungan kerja presiden ke daerah-daerah di tanah air. Untuk lawatan internasional, pesawat yang digunakan adalah jenis Airbus A-300-330 atau Airbus A-300-341 bikinan Perancis.
Sang sekertaris lupa masih banyak pemimpin Negara yang masih PRIHATIN sebutlah Perdana Menteri India,dan beberapa pemimpin Negara yang masih menggunakan Pesawat sewaan.
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad adalah presiden termiskin di dunia. Dia menyebutkan, “kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran”.
Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ahmadinejad menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Sebagai tambahan informasi, Ahmadinejad masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Demikian 3 pemimpin dengan cara pandang yang berbeda,Jika Soekarno menggalang solidaritas rakyat Aceh sehingga dengan suka rela menyumbang harta bendanya untuk MODAL awal maskapai penerbangan pertama Republik.M Ahmadinejad merubah pesawat kepresidenan menjadi pesawat cargo sebuah inovasi yang sangat jarang dimiliki oleh seorang pemimpin negara dewasa ini.Maka untuk presiden SBY,silahkan anda menilainya sendiri.Mari Berbangga , wajar karena negri yang kaya raya ini memiliki sebuah pesawat Kepresidenan,yang saat Pak Harto tak terpikirkan (selama 32 tahun berkuasa).
Senin, 13 Juni 2011
Negeri Kaya Raya, Rakyatnya Terlunta-lunta
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ﴿٣٠﴾
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. As-Syura [42] : 30).
Sampai 2009 konon Freeport sudah berhasil mengeruk lebih dari 7 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas. Harganya setara dengan Rp 290.000.000 triliun.
Bila belanja Negara (Indonesia) per tahun sekitar Rp 1.000 triliun, maka dari hasil emas Papua itu saja (belum yang lain-lain) sudah bisa memenuhi kebutuhan belanja negara selama 290.000 tahun alias 2.900 abad. Diperkirakan, hingga tahun 2041 masih terdapat cadangan tembaga sebanyak 18 juta ton, dan cadangan emas sekitar 1.430 ton.
Belum lagi kekayaan hutan dan laut. Namun kekayaan yang melimpah ruah itu semua kenyataannya berbeda dengan kondisi warga. Warga belum tentu tercukupi sandang-pangan-papan dan lapangan kerja. Sehingga, banyak yang mencari kerja ke luar negeri sebagai babu.
Di negeri orang, ratusan ribu babu berasal dari negeri yang kekayaan alamnya melimpah ruah ini ada yang mendapat perlakuan tidak manusiawi disamping tidak memperoleh upah, sebagaimana terjadi pada Sumiati, Husna, Rohani, Kikim Komalasari dan sebagainya (lihat Derita Korban Kejahatan Pengiriman Babu-babu, nahimunkar.com, edisi December 1, 2010 10:14 pm).
Pepatah lama mengatakan: Ayam bertelur di lumbung padi, mati kelaparan. Kata-kata itu dulu hanya dianggap biasa, bahkan seakan mengada-ada, namun kini bagi yang arif dan tidak mati rasa tentu akan mampu menyerap maknanya bahwa itu adalah sindiran yang luar biasa terhadap keadaan yang aneh tapi nyata ini.
Beberapa waktu lalu sejumlah harian nasional mempublikasikan jalinan kerja sama antara PT Pertamina dengan Exxon Mobil Corporation untuk mengelola Blok Natuna Timur (sebelumnya bernama Blok Natuna D Alpha), yang memiliki kandungan gas alam terbesar di dunia. Yaitu, sebesar 222 triliun kaki kubik potensi gas alam senilai Rp 6.287,25 triliun.
Posisi Blok Natuna Timur yang ditemukan sejak 1973 ini, berada pada kilometer 225 sebelah timur laut Pulau Natuna. Sedangkan Pulau Natuna sendiri terletak di kilometer 600 sebelah timur laut Singapura dan di kilometer 1.100 sebelah utara Jakarta. Cadangan gas alam di sini diperkirakan dapat dieksplorasi selama 30 tahun ke depan. (Republika online edisi Sabtu, 04 Desember 2010)
Dalam hal ini, Pertamina merasa tidak dapat mengelola kekayaan alam itu sendirian, karena memerlukan investasi besar (sekitar 52 miliar dolar AS) dan membutuhkan penerapan teknologi tinggi.
Sebelum akhirnya diputuskan Exxon Mobil Corporation dari Amerika Serikat sebagai mitra yang pas, ada tujuh peminat lain yang berasal dari berbagai negara, yaitu Shell (Belanda), Statoil (Norwegia), Total (Prancis), Chevron (Amerika), Eni SpA (Italia), China National Petrolium Corporation (Cina), Petronas (Malaysia).
Sebelum bernama Pertamina, perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia ini, pada awal berdirinya (sejak tanggal 10 Desember 1957) bernama PT PERMINA. Barulah pada tahun 1971 bernama PERTAMINA.
Perusahaan ini didirikan dengan maksud untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut. Sehingga, dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Sedangkan Exxon Mobil Corporation, didirikan sejak 1911 dengan nama EXXON. Barulah pada 30 November 1999, perusahaan penghasil dan pengecer minyak ini bernama EXXONMOBIL setelah terjadinya penggabungan antara Exxon dan Mobil. Penghasilan ExxonMobil pada tahun 2005 mencapai 371 milyar dolar Amerika, dengan jumlah karyawan di seluruh dunia mencapai 88.300 orang.
Di Indonesia, kehadiran ExxonMobil sudah lebih dari seratus tahun, khususnya dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi ladang gas dan minyak di sini, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Blok Cepu (Jawa Tengah dan Jawa Timur).
Dalam upayanya itu, Exxon bekerja sama dengan PT Arun dan PT Pertamina. Di Blok Cepu cadangan minyak di kawasan ini diperkirakan mencapai lebih dari 600 juta barrel, dan kandungan gas alam yang signifikan. (Kompas, Selasa, 26 Januari 2010)
Selain memiliki kekayaan gas alam, Indonesia juga memiliki kekayaan lain berupa emas, tembaga, perak, molybdenum, rhenium. Kesemuanya berada di tanah Papua, dan dikelola oleh Freeport, sebuah perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat dan penghasil emas terbesar di dunia.
Di Indonesia, khususnya di tanah Papua, Freeport melakukan eksplorasi di dua tempat, yaitu kawasan tambang Erstberg (sejak 1967) dan kawasan tambang Grasberg (sejak 1988). Selain itu, Freeport juga mengeksplorasi tembaga di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika.
Sampai 2009 konon Freeport sudah berhasil mengeruk lebih dari 7 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas. Setara dengan Rp 290.000.000 triliun bila dikalikan dengan harga emas saat ni yang mencapai Rp 400.000 per gram (725.000.000.000.000.000 X 400.000 = 290.000.000.000.000.000.000). Bila belanja negara per tahun sekitar Rp 1.000 triliun, maka dari hasil emas Papua bisa memenuhi kebutuhan belanja negara selama 290.000 tahun. Diperkirakan, hingga tahun 2041 masih terdapat cadangan tembaga sebanyak 18 juta ton, dan cadangan emas sekitar 1.430 ton.
Belum lagi kekayaan hutan dan laut. Namun itu semua tidak membuat rakyatnya tercukupi sandang-pangan-papan dan lapangan kerja. Sehingga, banyak yang mencari kerja ke luar negeri sebagai babu.
Di negeri orang, para babu ini ada yang mendapat perlakuan tidak manusiawi disamping tidak memperoleh upah, sebagaimana terjadi pada Sumiati, Husna, Rohani, Kikim Komalasari dan sebagainya (lihat Derita Korban Kejahatan Pengiriman Babu-babu, nahimunkar.com, edisi December 1, 2010 10:14 pm).
TKI Terlantar
Ada juga, yang dalam upayanya mencari kerja di negeri orang, mereka terlunta-lunta, terlantar, atau ditelantarkan oleh bangsanya sendiri yang bertindak sebagai penyalur tenaga kerja, meski sudah membayar sejumlah rupiah dalam jumlah yang sangat besar untuk ukuran rakyat biasa.
Sebagaimana pernah terjadi pada Ardi alias Ardi Rumekso alias Ardi Spanyol, warga Jalan Jatiluhur RT 001 RW 005 no. 297, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kodya Semarang, Jawa Tengah.
Pada suatu hari, 15 September 2007, Ardi mendapat informasi tentang adanya peluang bekerja di luar negeri melalui perusahaan pengerah tenaga kerja Anugerah Presidian. Nama Anugerah Presidian diambil dari nama salah satu anak Pak Koesno, mantan pejabat Depnaker Semarang, yang ketika masih aktif berdinas, konon ia mengurus penempatan tenaga kerja Indonesia untuk magang kerja ke Jepang. Selain itu, Koesno juga dikenal sebagai salah satu tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi.
Dorongan ingin memperbaiki taraf hidup, dan tumbuhnya kepercayaan kepada sosok Koesno di atas, membuat Ardi tidak ragu-ragu mentransfer sejumlah uang, agar ia bisa ditempatkan di luar negeri untuk bekerja dengan penghasilan yang diharapkannya tinggi. Maka, pada tanggal 24 September 2007 Ardi pun mentransfer uang pembayaran via BNI sebesar Rp 40 juta ke rekening Anugerah Presidian di Bank Mandiri.
Sekitar dua belas hari kemudian (06 Oktober 2007), Ardi melakukan pembayaran lagi untuk keperluan notaris. Hampir sebulan kemudian (tanggal 05 November 2007), Ardi kembali menstransfer uang sebesar Rp 20 juta ke sebuah rekening bernomor 135.000517 6530.
Meski demikian, Ardi baru diberangkatkan pada 24 Maret 2008 menuju Prancis. Ia dan Kasmuri tiba di Prancis pada tanggal 25 Maret 2008. Sehari kemudian, tanggal 26 Maret 2008, Ardi dan Kasmuri sudah tiba di Spanyol.
Harapan mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup, buyar sudah. Kondisi hidup di Spanyol justru lebih buruk dibanding saat ia masih berada di tanah air. Ardi dan Kasmuri ditempatkan di sebuah penampungan di Caspe, sekitar 100 kilometer arah timur dari provinsi Zaragoza, Spanyol.
Di Caspe ini Ardi dan kasmuri ditampung di garasi. Di tempat ini semua aktivitas seperti makan, mandi, mencuci dan menjemur pakain, serta memasak dilakukan. Di garasi ini terdapat 15 orang asal Indoneisa, termasuk Ardi dan Kasmuri, hidup berdesakan tanpa penghangat.
Bahkan, perlengkapan tidur pun tidak disediakan, sehingga Ardi dan Kasmuri harus mengais-ngais dari tempat sampah. Urusan makan juga bermasalah. Sehari hanya diberi makan dua kali, itu pun sering terlambat. Bahkan, kadang makanan tak tersedia, sehingga Ardi dan kawan-kawan harus ngemis-ngemis bahan makanan kepada orang Spanyol, atau mencuri-curi di kebun dan mencari sisa-sisa makanan orang Spanyol.
Tak tahan berada dalam kondisi di bawah garis kemanusiaan, akhirnya Ardi dan Kasmuri memutuskan untuk kembali ke tanah air. Tanggal 15 Mei 2008, Ardi dan kasmuri akhirnya bisa pulang ke Indonesia, berkat perjuangan keluarga di tanah air.
Sekitar jam 10:25 waktu setempat, Ardi dan kasmuri bertolak dari bandara Spanyol dengan penerbangan SQ377. Keesokan harinya, tanggal 16 Mei 2008, mereka tiba di Singapura sekitar pukul 07:35 pagi, dan pada pukul 09:25 wib mereka sudah mendarat di Jakarta dengan SQ 954.
Ardi menyimpulkan, praktik yang dilakukan Koesno dan anak-anaknya adalah penipuan dan pelecehan terhadap bangsa sendiri. Sebelum berangkat, Ardi dijanjikan mendapat handphone dan uang saku 500 Euro.
Itu semua merupakan paket yang layak diterimanya setelah membayar biaya sebesar Rp 60 juta lebih. Ternyata, janji itu palsu. Ardi sama sekali tidak dibekali handphone, bahkan uang saku yang ia terima hanya sebesar 250 Euro, itu pun setelah Ardi ngotot.
Begitu juga dengan masalah penginapan, yang dijanjikan gratis, ternyata diharuskan membayar sebesar 80 Euro setiap bulannya. Masih ditambah biaya makan sebesar 1 Euro per hari untuk dua kali makan saja. Bila sudah mendapatkan pekerjaan, dikenai biaya sebesar 5 Euro (ongkos transport) per hari.
Masih ada lagi. Bagi yang sudah bekerja, dikenakan biaya sewa papael (surat kerja resmi) sebesar 3 Euro per hari. Padahal, para pekerja tidak selalu mendapat upah. Ada kalanya meski sudah bekerja selama dua minggu, upah yang seharusnya dibayarkan sama sekali tidak diterima. Dokumen keimigrasian seperti paspor juga tidak diurus. Begitu juga dengan surat kesehatan dan dokumen lainnya, tidak gratis tetapi dikenakan biaya sebesar 100 Euro.
Ardi adalah salah satu rakyat Indonesia yang kaya. Namun ia harus mengais rezeki di negeri orang. Itu pun tidak berhasil, meski ia sudah keluar modal sebanyak Rp 60 juta lebih. Ia tidak dianiaya oleh majikannya yang orang asing, tetapi ditipu oleh bangsanya sendiri. Bagaimana bangsa lain mau menghargai bangsa Indonesia, bila orang semacam Ardi tidak dihargai oleh bangsanya sendiri, bahkan diperlakukan lebih rendah dari pembantu.
Nasib serupa Ardi juga dialami Winanto (24 tahun), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Uang yang disetorkan Winanto untuk bisa bekerja di Malaysia, tidak sebesar Ardi, tetapi ‘hanya’ Rp 4,5 juta saja. Uang sebanyak itu ia setorkan pada bulan Mei 2008 kepada M (38 tahun) warga Desa Blemben, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai calo TKI.
Kepada Winanto, sang calo TKI menjanjikan akan memberangkatkan Winanto dengan pesawat udara ke Malaysia. Ternyata, pada Juni 2008 Winanto dan lima calon tenaga kerja asal Ponorogo lainnya, diberangkatkan ke Dumai (Kepulauan Riau) dengan bus antar kota.
Di Dumai, Winanto dan kawan-kawan ditempatkan di sebuah ruko, dan ditelantarkan, tanpa ada kejelasan kapan akan berangkat ke Malaysia. Selama dua minggu lebih tanpa ada kejelasan. Tiba-tiba, calo TKI berinisial I meminta uang sebesar Rp 2 juta per orang dengan alasan untuk membeli tiket kapal laut menuju Malaysia. Konon, sang calo di Dumai ini sama sekali tidak menerima uang dari M (calo TKI asal Ponorogo).
Winanto tak punya uang sebanyak itu. Akhirnya ia berhasil menghubungi kerabatnya di Pekanbaru, minta bantuan dana agar bisa kembali ke Madiun. Pertengahan Agustus 2008 Winanto berhasil kembali ke kampung halamannya. Peristiwa tersebut ia laporkan ke Polwil Madiun.
Nasib Winanto masih lebih beruntung, bila dibandingkan dengan nasib Sri Harini asal Kendal, Jawa Tengah. Gadis kelahiran tahun 1983 ini sudah bekerja sejak September 2006 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Pada pertengahan September 2008, keluarga sang majikan mengajak Sri berlibur ke Muenchen, Jerman. Ternyata, upaya itu bagian dari rencana sang majikan menelantarkan Sri Harini. Ketika sedang asyik berbelanja di pusat perbelanjaan tiba-tiba mereka meninggalkan Sri begitu saja.
Sri Harini ditinggalkan begitu saja di Jerman, tanpa uang dan tanpa dokumen. Sang majikan yang tergolong kasar, mudah marah, dan emosional untuk hal-hal sepele, menyimpan dokumen keimigrasian Sri Harini.
Berada di negeri asing tanpa uang dan dokumen, membuat Sri hanya bisa menangis, dan menangis, sampai akhirnya ia ditolong laki-laki budiman bernama Shafiq, warga Jerman keturunan Turki.
Selama dua bulan Sri ikut membantu dua toko yang dimiliki Shafiq. Sementara itu Shafiq berusaha terus mencari nomor telepon kantor perwakilan RI yang bisa dihubungi. Akhirnya, Sri mendapat pertolongan dari Konjen RI di Frankfurt.
Dari Grobogan, Jawa Tengah, pernah terbetik kabar tentang tujuh calon tenaga kerja Indonesia yang ditelantarkan meski sudah menyetorkan uang puluhan juta ke perusahan pengerah tenaga kerja PT Avco Jaya Manunggal, yang sejak dua setengah tahun sebelumnya berjanji akan memberangkatkan mereka paling lambat Desember 2009 ke Korea, namun hingga pertengahan Januari 2010 tak kunjung terlaksana.
Ketujuh calon TKI ini adalah Pujianto (29 tahun), telah menyerahkan uang sebesar Rp 22,5 juta. Purnami (36 tahun), warga Desa Gundi, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 21 juta. Sumini (32 tahun), warga Desa Rajek, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 22,5 juta. Sri Wahyuni (31 tahun), warga Desa Bugel, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 28 juta.
Lainnya, yaitu Nuryanto (25 tahun) warga Desa Nambuhan, Purwodadi, telah menyerahkan uang sebesar Rp 21,5 juta. Sedangkan Juni (29 tahun) warga Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, telah menyerahkan uang sebesar Rp 24,5 juta. Yang paling banyak menyetor uang adalah, Kartini (30 tahun), warga Desa Werdoyo, Kecamatan Kebongagung, Kabupaten Demak, sudah menyerahkan uang senilai Rp 35 juta.
PT Avco Jaya Manunggal yang berkantor di Dusun Deresan, Desa Beringin, Kecamatan Godong ini untuk meyakinkan korbannya, membekali mereka dengan sejumlah pendidikan, setelah korban menyetor uang dalam jumlah banyak.
Nasib Serli, TKI asal NTT lain lagi. Serli sudah sejak tahun 2007 lalu bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga di Malaysia. Setiap hari Serli harus bekerja dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dini hari tanpa istirahat, dan hanya diberi makan 2 kali sehari, dengan makan malam berupa mie instan, dan tidak dibayarkan gajinya sejak awal bekerja. Selain itu, Serli kerap disiksa serta dipukuli majikannya.
Pada April 2010, majikannya mengirm Serli pulang, tanpa alasan yang jelas. Serli hanya dibekali uang sebesar Rp 1 juta, dan disuruh naik pesawat jurusan Padang. Di Padang, Serli terlantar. Akhrnya ia dipulangkan oleh Disnakertrans Sumatera Barat dan LSM Nurani Perempuan ke kampung halamannya pada 4 Mei 2010.
Bila Serli terlantar di Padang, Sumatera Barat, yang masih bagian dari negerinya sendiri, nasib yang lebih pahit dialami Jumiati (26 tahun), tenaga kerja asal Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Ia ditelantarkan di Sri Langka, setelah sebelumnya menjadi korban kekerasan majikannya saat bekerja di Arab Saudi.
Jumiati berangkat ke Riyadh, Arab Saudi pada 9 November 2009. Karena tak tahan diperlakukan majikannya, Jumiati akhirnya kabur ke KBRI di Arab Saudi. Gaji dua bulan Jumiati habis digunakan untuk mengurus permasalahannya. Namun, Jumiati justru dikembalikan ke majikannya oleh pihak KBRI dan agensi yang mengirimnya kerja ke Riyadh.
Sekitar Juli 2010, sang majikan berkunjung ke rumah adiknya di Sri Langka. Jumiati dibawa serta, kemudian dipekerjakan untuk merawat anak adik sang majikan yang masih bayi. Di sinilah Jumiati terlantar. Ia ingin pulang karena kondisinya sakit-sakitan, sebagaimana diceritakan Nurcholis (30 tahun) suami Jumiati.
Kasus TKI terlantar akibat ditipu tekong (calo) dialami oleh Mita Marwati (30 tahun) asal Semarang dan Salmi (45 tahun) TKW asal Boyoli Jawa Tengah. Mita dijanjikan bekerja di sebuah perusahaan di Malaysia dengan gaji 600 ringgit per bulan ditambah tips dan bonus tiap hari.
Ternyata, setelah membayar sejumlah uang, Mita hanya sampai di tempat penampungan di pantai impian, Tanjungpinang. Selama berada di penampungan singgah, Mita dua kali dipukul Asni salah seorang tekong yang menampungnya. Beruntung Mita bisa meloloskan diri hingga sampai di rumah singgah Engku Putri Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Hampir sama dengan Mita, Salmi mengaku ditipu tekong dengan cara ditinggalkan di atas kapal Bukit Raya, sesaat setelah tiba di pelabuhan Kijang-Bintan. Sebelumnya, Salmi mengaku dijanjikan akan dipekerjakan di luar negeri dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan. Untuk itu, Salmi dimintai uang Rp 1 juta.
Sebelum sampai di rumah singgah Engku Putri, Salmi sempat tidur selama berhari-hari di pelabuhan Kijang, kadang di semak atau di gubuk yang ditemuinya. Salmi akhirnya ditolong seorang tukang ojek setelah sebelumnya berjalan bebeberapa hari tanpa tujuan. Oleh tukang ojek, Salmi diantar ke kantor polisi di Kijang. Polisi kemudian merujuk Salmi ke rumah singgah Engku Putri.
Akhirnya, Mita dan Salmi pada tanggal 04 Oktober 2010 dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, setelah pihak pengelola rumah singgah Engku Putri menghubungi Pemda Jawa Tengah.
Seharusnya, rakyat Indonesia tidak perlu sampai repot-repot mencari kerja ke luar negeri, karena dengan kekayaan alamnya yang sedemikian melimpah, bila dikelola dengan baik mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian besar rakyatnya. Dengan kekayaan alam yang melimpah, kesejahteraan rakyat dapat dijamin berada pada tingkatan yang membanggakan.
Fakta tentang kekayaan alam Indonesia yang melimpah berhadapan dengan fakta tentang rakyatnya yang harus cari kerja ke luar negeri, menunjukkan bahwa keberkahan telah sedemikian jauh dari bangsa kita. Mungkin, karena syari’at Islam yang seharusnya dijadikan landasan hidup berbangsa dan bernegara hanya dijadikan komoditas politik semata.
Itu semua salah siapa?
Jawabannya adalah benarlah firman Allah Ta’ala,
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ﴿٣٠﴾
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. As-Syura [42] : 30).
Wujud kesalahan itu di antaranya apa?
Ini jawabannya:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ، قَالَ : أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ” يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ ،
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا ، بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ ، الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا ،
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ ، وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ ،
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ “4019 (ابن ماجة ) مسند الصحابة في الكتب التسعة - (ج 17 / ص 194)
Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasulullah saw menghadapi kami lalu bersabda: Wahai orang-orang Muhajirin, lima perkara jika kamu ditimpa lima perkara ini (maka keadaanmu mengalami bermacam-macam adzab) aku mohon kepada Allah agar kamu tidak mendapatinya.
(1) tidaklah perbuatan keji (zina) yang dilakukan secara nampak hingga terang-terangan di suatu kaum kecuali akan tersebar wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang terdahulu mereka yang telah lalu.
(2) tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan kecuali mereka akan disiksa dengan paceklik, sulitnya (bahan) kebutuhan, dan dhalimnya penguasa atas mereka.
(3) tidaklah mereka menahan zakat harta mereka kecuali akan ditahan pula untuk mereka hujandari langit, dan seandainya bukan karena (adanya) hewan-hewan maka mereka (manusia tak bayar zakat harta itu) tidak dihujani.
(4) dan tidaklah orang-orang membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya kecuali Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka (yakni orang-orang kafir) maka mereka (musuh) itu mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka (pembatal janji itu).
(5) dan selagi pemimpin-pemimpin (pemerintahan, bangsa, masyarakat) mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan mereka memilih-milih dari apa yang diturunkan Allah (maka tiada lain) kecuali Allah menjadikan keganasan satu sama lain di antara mereka. (HR Ibnu Majah no 4019, hasan menurut Al-Albani dalam As-Silisilah As-Shohihah 106/ 4009).
Bagaimana mau tidak diadzab dengan aneka derita, semua dari lima keburukan itu sudah dilanggar seluruhnya. Zina bukan lagi terang-terangan, malah dijadikan bisnis.
Hingga Gubernur Jawa Timur memerintahkan agar pusat pelacuran di Surabaya ditutup saja walikotanya padahal perempuan justru ngeyel, menolak dengan alasan yang dibuat-buat.
Itu belum masalah zina di seantero negeri dengan aneka kasusnya dari pembantu rumah tangga sampai tingkat aparat dan anggota dewan yang terhormat, apalagi artis, jangan dikata lagi!
Pembaca yang kami hormati, bagaimana zina telah dipersilakan di negeri ini, sampai seorang ibu pun ada yang mempersilakan anaknya yang masih umur 13 tahun untuk berzina.
Nia Dinata, sineas (orang yang ahli tentang cara dan teknik pembuatan film) yang kerap mengangkat tema perempuan menyatakan kepada anaknya (ABG lelaki 13 tahun), untuk melakukan seks tidak harus pergi jauh-jauh dari Indonesia.
Silakan kamu lakukan di Tanah Air tapi kamu harus tahu tentang bagaimana penyakit menular, HIV/AIDS dan lain sebagainya.
"Silakan kamu melakukan itu dengan pacarmu tapi dengan syarat sama-samamau. Tapi kamu tahu dulu tentang sex education. Tentunya, satu sama lainharus bisa bertanggung jawab atas perbuatannya," katanya. (okezone, ABG Impikan ke Belanda Demi Seks Bebas, Senin, 6 Desember 2010 - 08:51 wib)
Benarlah firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nas, untuk berlindung kepada Allah dari bisikan syetan di dada-dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Nia Dinata juga dikenal membela pornografi dengan bukti gigihnya memprotes rancangan undang-undang anti pornografi.
Pembelaannya terhadap pornografi itu dapat dibaca di (http://www.nahimunkar.com/cewek-cewek-penentang-uu-pornografi-buruk-muka-cermin-dibelah dapat juga dibaca di buku Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat, oleh Hartono Ahmad jaiz dkk, Pustaka Nahi Munkar, Jakarta, 2009, hal 331-334).
Dan itu bukan hanya dalam hal bermaksiat, tetapi sudah sampai pada cara berfikir, sehingga ketika ada artis yang ditolak masyarakat ketika mau mencalonkan diri sebagai kepala daerah karena telah dikenal sebagai wanita yang berpenampilan seronok alias umbar aurat, tahu-tahu ada yang mengqiyaskannya dengan Nabi. Sama-sama semula ditolak warga, kata seorang artis yang dikenal sebagai pengacara.
Astaghfirulloh… Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditolak karena mentauhidkan Allah, penolaknya itu orang-orang kafirin musyrikin yang memang benci kepada aturan Allah.
ha kalau artis seronok, ditolaknya itu karena mengumbar aurat alias pengusung maksiat, sedang yang menolaknya itu masyarakat yang justru taat kepada Allah. Itulah cara berfikir seorang pembela yang sangat dungu, menyamakan antara emas dengan kotoran manusia hanya karena sama-sama kuningnya.
Keburukan yang kedua, curang dalam takaran dan timbangan. Di mana di negeri ini yang orang-orangnya bersih dari itu. Dari penujual barang di pinggir jalan sampai di tempat yang mewah banyak sekali pelaku-pelaku curangnya. Penulis pernah naik taksi menuju ke satu pergedungan. Tukang taksi bertanya, Pak di gedung itu isinya yang paling banyak apa Pak?
Saya jawab, ya orang bekerja dan sebagainya.
Dia bantah dengan perkataan: Bukan Pak. Isinya paling banyak ya maling.
Astaghfirullah… tukang taksi itu masih saja ngoceh dan saya mengelus dada sambil senyum kecut.
Ketika isinya seperti itu, maka apabila yang memimpin negeri itu dhalim, maka sudah sesuai dengan hadits tersebut. Ini bukan menjustifikasi pemimpin yang dhalim, ini hanya analisis kenyataan.
Keburukan lainnya, membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya, sudah tidak dapat dihitung lagi. Mulutnya bersyahadat, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang haq disembah selain Allah.
Namun betapa banyaknya orang yang rajin meminta-minta mengenai nasib hidupnya ke dukun, ke isi kubur –malahan dipimpin oleh orang-orang bersorban atau perempuan berjilbab rapat dan perginya itu dengan istilah yang seolah Islami, yakni tour ziarah, tour religi dan sebagainya.
Kesesatan tentang ini dapat dibaca di buku Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah. Di samping itu juga banyak yang berdoa atau menyembah, atau minta berkah atau minta dihindarkan dari mala petaka ke batu, gunung, laut, bahkan kerbau dan sebagainya dengan aneka upacara dan cara.
Aneka kemusyrikan pun merajalela. Tidak dapat dihitung lagi, dan itu sering justru disponsori penguasa. Itu berarti membatalkan janji Allah dengan dipimpin oleh penguasa setempat.
Juga membatalkan janji Rasul, untuk mengikuti Rasul dalam ibadah kepada Allah, tetapi betapa banyaknya bid’ah-bid’ah yang mereka buat. Ada shalawat bikinan yang tidak disyari’atkan seperti apa yang disebut Shalawat Nariyah.
Shalawat Nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4.444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, niscaya akan terpenuhi.
Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apalagi jika kita mengetahui lafadh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di dalamnya. Mengandung kemusyrikan menurut Syaikh Jamil Zainu, karena ada lafal
... محمد، الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج
…Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan,…
Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan rela, jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur’an menyeru kepada beliau untuk memaklumkan:
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ(188)
“Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raf [7] : 188)
(Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Minhajul Firqah An-Najiyah wat Thaifah Al-Manshurah, diterjemahkan Ainul Haris Umar Arifin Thayib Lc, Jalan Golongan Selamat, Darul Haq, Jakarta, cet. I, 1419 H, hlm. 173-176. Lihat pula di buku Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, cetakan 7, 2004M, halaman 266-268).
Ada juga shalat bikinan yang tidak disyari’atkan seperti shalat Raghaib di awal bulan Rajab, dan ada juga perayaan-perayaan atau upacara-upacara bikinan atas nama agama yang tidak disyari’atkan. Itu yang mereka semarakkan dan dibela mati-matian. Padahal sudah ada ancaman dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا مِنْ نَبِىٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِى أُمَّةٍ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ ».
Dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah pada suatu umat sebelumnya melainkan dia memiliki pembela dan sahabat yang memegang teguh sunnah-sunnah dan mengikuti perintah-perintahnya, kemudian datanglah setelah mereka suatu kaum yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka lakukan, dan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang berjihad dengan tangan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan lisan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan hati melawan mereka maka dia seorang mukmin, dan setelah itu tidak ada keimanan sebiji sawi." (Hadits Shahih Riwayat Muslim, No. 71)
Ketika negerinya kaya raya, penduduknya adalah Ummat Islam yang jumlahnya terbesar se-dunia, tetapi ternyata hidupnya tidak berkah, maka tentu ada yang salah. Kesalahannya tidak jauh dari apa yang sudah dituturkan dalam ayat dan Hadits.
Yaitu masyarakat yang curang, membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya, mengatakan apa-apa yang tidak mereka kerjakan (pidatonya dan ucapannya bagus-bagus, tetapi pelaksanaannya nol besar atau bahkan sebaliknya, misalnya.
Ucapannya melarang kemusyrikan dan bid’ah tetapi lakonnya penuh dengan keburukan sampai yang menyerempet itu, misalnya.) dan mereka mengerjakan apa-apa yang tidak diperintahkan.
Misalnya tidak ada perintah untuk merayakan ini dan itu tetapi mereka rayakan. Tidak ada suruhan untuk upacara ini dan itu (mengenai orang mati, misalnya) tetapi mereka adakan upacara ini dan itu.
Bahkan kadang mereka bela mati-matian, malahan ormas terbesar atas nama Islam pun di barisan depan dalam membela yang tidak diperintahkan itu.
Lha kalau kenyataannya seperti itu, ya wajar. Negerinya kaya raya, warganya terlunta-lunta. Salah siapa?
Ya salah para ulamanya, pemimpinnya, tokohnya, pendidiknya (bahkan atas nama pendidikan Tinggi Islam tetapi isinya menyesatkan –baca buku Ada Pemurtadan di IAIN), dan kesalahan mereka itu menyeret Ummat dan warganya. Akibatnya Allah menjadikan musuh dari selain mereka (yakni orang-orang kafir) maka mereka (musuh) itu mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka (pembatal janji itu).
Dalam hal yang sudah diketahui secara umum, apa yang disebut “kerjasama” pengelolaan bahan-bahan tambang: emas, tembaga, minyak bumi, gas alam dan sebagainya di mana-mana itu adalah ungkapan eufemisme dari isi hadits tersebut. Yaitu orang kafir yang sejatinya adalah musuh mengambil sebagian apa yang ada di tangan Muslimin yang membatalkan janji Allah dan janji Rasul.
Dalam kasus Indonesia, yang diambil oleh kafir musuh itu justru bukan sekadar sebagian, tetapi ada yang menyebutnya bagian terbesar. Akibatnya, untuk menutupi kebutuhan Negara maka warga lah yang diperas dengan apa yang disebut pajak, yang tampaknya semakin menggila, hingga kini sudah dirancang, sampai orang yang makan di warteg (warung tegal) yakni warung kelas rakyat saja akan dipungut pajak.
Bahasa gampangnya, kekayaan yang melimpah itu direlakan untuk orang-orang kafir yang dalam hadits disebut musuh, sedang anak sendiri diperas habis-habisan. Padahal kekayaan yang melimpah itu sebagaimana di awal tulisan ini dari satu sumbernya saja hitungannya sudah mencukupi anggaran Negara selama 2.900 abad. Tetapi justru yang dikeruk adalah apa-apa yang ada di tangan warga, dengan cara memungut pajak.
Perlu diketahui, 70 persen penerimaan negara berasal dari pajak, yang petugasnya adalah para pegawai pajak yang total jumlah karyawan Ditjen Pajak seluruh Indonesia sebanyak 32 ribu orang.
Padahal harta orang Muslim itu dilindungi, makanya pemungut pajak itu sangat diancam dalam Islam.
Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إلَّا بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ
“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya.”
Adapun dalil secara khusus, ada beberapa hadits yang menjelaskan keharaman pajak dan ancaman bagi para penariknya, di antaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« إِنَّ صَاحِبَ الْمَكْسِ فِى النَّارِ ».
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan beliau berkata, ”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”.
Dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti.
عَنْ أَبِي الْخَيْرِ ، قَالَ : عَرَضَ مَسْلَمَةُ بْنُ مُخَلَّدٍ - وَكَانَ أَمِيرًا عَلَى مِصْرَ - عَلَى رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ ، أَنْ يُوَلِّيَهُ الْعُشُورَ ، فَقَالَ : إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ صَاحِبَ الْمَكْسِ فِي النَّارِ.
“Dari Abu Khair Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; “Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, maka ia berkata : ‘Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” (HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930)
Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah, “(Karena telah jelas keabsahan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Lahi’ah dari Qutaibah) maka aku tetapkan untuk memindahkan hadits ini dari kitab Dha’if Al-Jami’ah Ash-Shaghir kepada kitab Shahih Al-Jami, dan dari kitab Dha’if At-Targhib kepada kitab Shahih At-Targhib.”
Hadits-hadits yang semakna juga dishahihkan oleh Dr Rabi Al-Madkhali hafidzahulllah dalam kitabnya, Al-Awashim wal Qawashim hal. 45. (lihat Pajak dalam Islam (Nasehat untuk Para Pemungut Pajak) Oleh: Abu Ibrahim Muhammad Ali, Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya'ban 1427/2006.) nahimunkar.com, April 8, 2010 3:43 am, http://www.nahimunkar.com/pajak-dalam-islam.
Setelah jelas duduk soalnya, bahwa semua kesengsaraan di negeri yang kaya raya itu akibat kejahatan manusia itu sendiri, mungkin masih ada pertanyaan: kenapa yang kena sengasaranya kok hanya yang kecil-kecil? Sedang yang gede-gede justru makin senang dan kenyang?
Hal itu ada penjelasan, orang-orang jahat atau aqidahnya rusak tidak diadzab padahal jelas jahat. Karena di lingkungannya ada orang-orang yang beristighfar, minta ampun kepada Allah Ta’ala.
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ [الأنفال/33]
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun [*] (QS. Al-Anfal [8] : 33).
[*]. Di antara mufassirin mengartikan yastagfiruuna dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang muslim yang minta ampun kepada Allah.
Dari sisi lain, orang jahat pun ada yang justru sukses dalam kejahatannya. Itulah yang disebut istidraj.
Ada keterangannya dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنْ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (رواه أحمد تعليق شعيب الأرنؤوط : حديث حسن وهذا إسناد ضعيف لضعف رشدين بن سعد وباقي رجال الإسناد ثقات؛ والطبرانى فى الكبير ، والأوسط ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن عقبة بن عامر)
Dari Uqbah bin Amir dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika kalian melihat Allah memberikan dunia kepada seorang hamba pelaku maksiat dengan sesuatu yang ia sukai, maka sesungguhnya itu hanyalah merupakan istidraj." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakan ayat: '(Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang Telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa) '. (QS. Al An'am [6] : 44). (HR Ahmad No. 16673 , komentar Syu’aib al-Arnauth: hadits hasan, dan riwayat At-Thabrani dan Al-Baihaqi).
Semoga hal ini menjadi peringatan bagi kita semua. Amien ya Rabbal ‘alamien.
*Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede adalah penulis buku Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah.
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ﴿٣٠﴾
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. As-Syura [42] : 30).
Sampai 2009 konon Freeport sudah berhasil mengeruk lebih dari 7 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas. Harganya setara dengan Rp 290.000.000 triliun.
Bila belanja Negara (Indonesia) per tahun sekitar Rp 1.000 triliun, maka dari hasil emas Papua itu saja (belum yang lain-lain) sudah bisa memenuhi kebutuhan belanja negara selama 290.000 tahun alias 2.900 abad. Diperkirakan, hingga tahun 2041 masih terdapat cadangan tembaga sebanyak 18 juta ton, dan cadangan emas sekitar 1.430 ton.
Belum lagi kekayaan hutan dan laut. Namun kekayaan yang melimpah ruah itu semua kenyataannya berbeda dengan kondisi warga. Warga belum tentu tercukupi sandang-pangan-papan dan lapangan kerja. Sehingga, banyak yang mencari kerja ke luar negeri sebagai babu.
Di negeri orang, ratusan ribu babu berasal dari negeri yang kekayaan alamnya melimpah ruah ini ada yang mendapat perlakuan tidak manusiawi disamping tidak memperoleh upah, sebagaimana terjadi pada Sumiati, Husna, Rohani, Kikim Komalasari dan sebagainya (lihat Derita Korban Kejahatan Pengiriman Babu-babu, nahimunkar.com, edisi December 1, 2010 10:14 pm).
Pepatah lama mengatakan: Ayam bertelur di lumbung padi, mati kelaparan. Kata-kata itu dulu hanya dianggap biasa, bahkan seakan mengada-ada, namun kini bagi yang arif dan tidak mati rasa tentu akan mampu menyerap maknanya bahwa itu adalah sindiran yang luar biasa terhadap keadaan yang aneh tapi nyata ini.
Beberapa waktu lalu sejumlah harian nasional mempublikasikan jalinan kerja sama antara PT Pertamina dengan Exxon Mobil Corporation untuk mengelola Blok Natuna Timur (sebelumnya bernama Blok Natuna D Alpha), yang memiliki kandungan gas alam terbesar di dunia. Yaitu, sebesar 222 triliun kaki kubik potensi gas alam senilai Rp 6.287,25 triliun.
Posisi Blok Natuna Timur yang ditemukan sejak 1973 ini, berada pada kilometer 225 sebelah timur laut Pulau Natuna. Sedangkan Pulau Natuna sendiri terletak di kilometer 600 sebelah timur laut Singapura dan di kilometer 1.100 sebelah utara Jakarta. Cadangan gas alam di sini diperkirakan dapat dieksplorasi selama 30 tahun ke depan. (Republika online edisi Sabtu, 04 Desember 2010)
Dalam hal ini, Pertamina merasa tidak dapat mengelola kekayaan alam itu sendirian, karena memerlukan investasi besar (sekitar 52 miliar dolar AS) dan membutuhkan penerapan teknologi tinggi.
Sebelum akhirnya diputuskan Exxon Mobil Corporation dari Amerika Serikat sebagai mitra yang pas, ada tujuh peminat lain yang berasal dari berbagai negara, yaitu Shell (Belanda), Statoil (Norwegia), Total (Prancis), Chevron (Amerika), Eni SpA (Italia), China National Petrolium Corporation (Cina), Petronas (Malaysia).
Sebelum bernama Pertamina, perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia ini, pada awal berdirinya (sejak tanggal 10 Desember 1957) bernama PT PERMINA. Barulah pada tahun 1971 bernama PERTAMINA.
Perusahaan ini didirikan dengan maksud untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut. Sehingga, dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Sedangkan Exxon Mobil Corporation, didirikan sejak 1911 dengan nama EXXON. Barulah pada 30 November 1999, perusahaan penghasil dan pengecer minyak ini bernama EXXONMOBIL setelah terjadinya penggabungan antara Exxon dan Mobil. Penghasilan ExxonMobil pada tahun 2005 mencapai 371 milyar dolar Amerika, dengan jumlah karyawan di seluruh dunia mencapai 88.300 orang.
Di Indonesia, kehadiran ExxonMobil sudah lebih dari seratus tahun, khususnya dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi ladang gas dan minyak di sini, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Blok Cepu (Jawa Tengah dan Jawa Timur).
Dalam upayanya itu, Exxon bekerja sama dengan PT Arun dan PT Pertamina. Di Blok Cepu cadangan minyak di kawasan ini diperkirakan mencapai lebih dari 600 juta barrel, dan kandungan gas alam yang signifikan. (Kompas, Selasa, 26 Januari 2010)
Selain memiliki kekayaan gas alam, Indonesia juga memiliki kekayaan lain berupa emas, tembaga, perak, molybdenum, rhenium. Kesemuanya berada di tanah Papua, dan dikelola oleh Freeport, sebuah perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat dan penghasil emas terbesar di dunia.
Di Indonesia, khususnya di tanah Papua, Freeport melakukan eksplorasi di dua tempat, yaitu kawasan tambang Erstberg (sejak 1967) dan kawasan tambang Grasberg (sejak 1988). Selain itu, Freeport juga mengeksplorasi tembaga di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika.
Sampai 2009 konon Freeport sudah berhasil mengeruk lebih dari 7 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas. Setara dengan Rp 290.000.000 triliun bila dikalikan dengan harga emas saat ni yang mencapai Rp 400.000 per gram (725.000.000.000.000.000 X 400.000 = 290.000.000.000.000.000.000). Bila belanja negara per tahun sekitar Rp 1.000 triliun, maka dari hasil emas Papua bisa memenuhi kebutuhan belanja negara selama 290.000 tahun. Diperkirakan, hingga tahun 2041 masih terdapat cadangan tembaga sebanyak 18 juta ton, dan cadangan emas sekitar 1.430 ton.
Belum lagi kekayaan hutan dan laut. Namun itu semua tidak membuat rakyatnya tercukupi sandang-pangan-papan dan lapangan kerja. Sehingga, banyak yang mencari kerja ke luar negeri sebagai babu.
Di negeri orang, para babu ini ada yang mendapat perlakuan tidak manusiawi disamping tidak memperoleh upah, sebagaimana terjadi pada Sumiati, Husna, Rohani, Kikim Komalasari dan sebagainya (lihat Derita Korban Kejahatan Pengiriman Babu-babu, nahimunkar.com, edisi December 1, 2010 10:14 pm).
TKI Terlantar
Ada juga, yang dalam upayanya mencari kerja di negeri orang, mereka terlunta-lunta, terlantar, atau ditelantarkan oleh bangsanya sendiri yang bertindak sebagai penyalur tenaga kerja, meski sudah membayar sejumlah rupiah dalam jumlah yang sangat besar untuk ukuran rakyat biasa.
Sebagaimana pernah terjadi pada Ardi alias Ardi Rumekso alias Ardi Spanyol, warga Jalan Jatiluhur RT 001 RW 005 no. 297, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kodya Semarang, Jawa Tengah.
Pada suatu hari, 15 September 2007, Ardi mendapat informasi tentang adanya peluang bekerja di luar negeri melalui perusahaan pengerah tenaga kerja Anugerah Presidian. Nama Anugerah Presidian diambil dari nama salah satu anak Pak Koesno, mantan pejabat Depnaker Semarang, yang ketika masih aktif berdinas, konon ia mengurus penempatan tenaga kerja Indonesia untuk magang kerja ke Jepang. Selain itu, Koesno juga dikenal sebagai salah satu tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi.
Dorongan ingin memperbaiki taraf hidup, dan tumbuhnya kepercayaan kepada sosok Koesno di atas, membuat Ardi tidak ragu-ragu mentransfer sejumlah uang, agar ia bisa ditempatkan di luar negeri untuk bekerja dengan penghasilan yang diharapkannya tinggi. Maka, pada tanggal 24 September 2007 Ardi pun mentransfer uang pembayaran via BNI sebesar Rp 40 juta ke rekening Anugerah Presidian di Bank Mandiri.
Sekitar dua belas hari kemudian (06 Oktober 2007), Ardi melakukan pembayaran lagi untuk keperluan notaris. Hampir sebulan kemudian (tanggal 05 November 2007), Ardi kembali menstransfer uang sebesar Rp 20 juta ke sebuah rekening bernomor 135.000517 6530.
Meski demikian, Ardi baru diberangkatkan pada 24 Maret 2008 menuju Prancis. Ia dan Kasmuri tiba di Prancis pada tanggal 25 Maret 2008. Sehari kemudian, tanggal 26 Maret 2008, Ardi dan Kasmuri sudah tiba di Spanyol.
Harapan mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup, buyar sudah. Kondisi hidup di Spanyol justru lebih buruk dibanding saat ia masih berada di tanah air. Ardi dan Kasmuri ditempatkan di sebuah penampungan di Caspe, sekitar 100 kilometer arah timur dari provinsi Zaragoza, Spanyol.
Di Caspe ini Ardi dan kasmuri ditampung di garasi. Di tempat ini semua aktivitas seperti makan, mandi, mencuci dan menjemur pakain, serta memasak dilakukan. Di garasi ini terdapat 15 orang asal Indoneisa, termasuk Ardi dan Kasmuri, hidup berdesakan tanpa penghangat.
Bahkan, perlengkapan tidur pun tidak disediakan, sehingga Ardi dan Kasmuri harus mengais-ngais dari tempat sampah. Urusan makan juga bermasalah. Sehari hanya diberi makan dua kali, itu pun sering terlambat. Bahkan, kadang makanan tak tersedia, sehingga Ardi dan kawan-kawan harus ngemis-ngemis bahan makanan kepada orang Spanyol, atau mencuri-curi di kebun dan mencari sisa-sisa makanan orang Spanyol.
Tak tahan berada dalam kondisi di bawah garis kemanusiaan, akhirnya Ardi dan Kasmuri memutuskan untuk kembali ke tanah air. Tanggal 15 Mei 2008, Ardi dan kasmuri akhirnya bisa pulang ke Indonesia, berkat perjuangan keluarga di tanah air.
Sekitar jam 10:25 waktu setempat, Ardi dan kasmuri bertolak dari bandara Spanyol dengan penerbangan SQ377. Keesokan harinya, tanggal 16 Mei 2008, mereka tiba di Singapura sekitar pukul 07:35 pagi, dan pada pukul 09:25 wib mereka sudah mendarat di Jakarta dengan SQ 954.
Ardi menyimpulkan, praktik yang dilakukan Koesno dan anak-anaknya adalah penipuan dan pelecehan terhadap bangsa sendiri. Sebelum berangkat, Ardi dijanjikan mendapat handphone dan uang saku 500 Euro.
Itu semua merupakan paket yang layak diterimanya setelah membayar biaya sebesar Rp 60 juta lebih. Ternyata, janji itu palsu. Ardi sama sekali tidak dibekali handphone, bahkan uang saku yang ia terima hanya sebesar 250 Euro, itu pun setelah Ardi ngotot.
Begitu juga dengan masalah penginapan, yang dijanjikan gratis, ternyata diharuskan membayar sebesar 80 Euro setiap bulannya. Masih ditambah biaya makan sebesar 1 Euro per hari untuk dua kali makan saja. Bila sudah mendapatkan pekerjaan, dikenai biaya sebesar 5 Euro (ongkos transport) per hari.
Masih ada lagi. Bagi yang sudah bekerja, dikenakan biaya sewa papael (surat kerja resmi) sebesar 3 Euro per hari. Padahal, para pekerja tidak selalu mendapat upah. Ada kalanya meski sudah bekerja selama dua minggu, upah yang seharusnya dibayarkan sama sekali tidak diterima. Dokumen keimigrasian seperti paspor juga tidak diurus. Begitu juga dengan surat kesehatan dan dokumen lainnya, tidak gratis tetapi dikenakan biaya sebesar 100 Euro.
Ardi adalah salah satu rakyat Indonesia yang kaya. Namun ia harus mengais rezeki di negeri orang. Itu pun tidak berhasil, meski ia sudah keluar modal sebanyak Rp 60 juta lebih. Ia tidak dianiaya oleh majikannya yang orang asing, tetapi ditipu oleh bangsanya sendiri. Bagaimana bangsa lain mau menghargai bangsa Indonesia, bila orang semacam Ardi tidak dihargai oleh bangsanya sendiri, bahkan diperlakukan lebih rendah dari pembantu.
Nasib serupa Ardi juga dialami Winanto (24 tahun), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Uang yang disetorkan Winanto untuk bisa bekerja di Malaysia, tidak sebesar Ardi, tetapi ‘hanya’ Rp 4,5 juta saja. Uang sebanyak itu ia setorkan pada bulan Mei 2008 kepada M (38 tahun) warga Desa Blemben, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai calo TKI.
Kepada Winanto, sang calo TKI menjanjikan akan memberangkatkan Winanto dengan pesawat udara ke Malaysia. Ternyata, pada Juni 2008 Winanto dan lima calon tenaga kerja asal Ponorogo lainnya, diberangkatkan ke Dumai (Kepulauan Riau) dengan bus antar kota.
Di Dumai, Winanto dan kawan-kawan ditempatkan di sebuah ruko, dan ditelantarkan, tanpa ada kejelasan kapan akan berangkat ke Malaysia. Selama dua minggu lebih tanpa ada kejelasan. Tiba-tiba, calo TKI berinisial I meminta uang sebesar Rp 2 juta per orang dengan alasan untuk membeli tiket kapal laut menuju Malaysia. Konon, sang calo di Dumai ini sama sekali tidak menerima uang dari M (calo TKI asal Ponorogo).
Winanto tak punya uang sebanyak itu. Akhirnya ia berhasil menghubungi kerabatnya di Pekanbaru, minta bantuan dana agar bisa kembali ke Madiun. Pertengahan Agustus 2008 Winanto berhasil kembali ke kampung halamannya. Peristiwa tersebut ia laporkan ke Polwil Madiun.
Nasib Winanto masih lebih beruntung, bila dibandingkan dengan nasib Sri Harini asal Kendal, Jawa Tengah. Gadis kelahiran tahun 1983 ini sudah bekerja sejak September 2006 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Pada pertengahan September 2008, keluarga sang majikan mengajak Sri berlibur ke Muenchen, Jerman. Ternyata, upaya itu bagian dari rencana sang majikan menelantarkan Sri Harini. Ketika sedang asyik berbelanja di pusat perbelanjaan tiba-tiba mereka meninggalkan Sri begitu saja.
Sri Harini ditinggalkan begitu saja di Jerman, tanpa uang dan tanpa dokumen. Sang majikan yang tergolong kasar, mudah marah, dan emosional untuk hal-hal sepele, menyimpan dokumen keimigrasian Sri Harini.
Berada di negeri asing tanpa uang dan dokumen, membuat Sri hanya bisa menangis, dan menangis, sampai akhirnya ia ditolong laki-laki budiman bernama Shafiq, warga Jerman keturunan Turki.
Selama dua bulan Sri ikut membantu dua toko yang dimiliki Shafiq. Sementara itu Shafiq berusaha terus mencari nomor telepon kantor perwakilan RI yang bisa dihubungi. Akhirnya, Sri mendapat pertolongan dari Konjen RI di Frankfurt.
Dari Grobogan, Jawa Tengah, pernah terbetik kabar tentang tujuh calon tenaga kerja Indonesia yang ditelantarkan meski sudah menyetorkan uang puluhan juta ke perusahan pengerah tenaga kerja PT Avco Jaya Manunggal, yang sejak dua setengah tahun sebelumnya berjanji akan memberangkatkan mereka paling lambat Desember 2009 ke Korea, namun hingga pertengahan Januari 2010 tak kunjung terlaksana.
Ketujuh calon TKI ini adalah Pujianto (29 tahun), telah menyerahkan uang sebesar Rp 22,5 juta. Purnami (36 tahun), warga Desa Gundi, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 21 juta. Sumini (32 tahun), warga Desa Rajek, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 22,5 juta. Sri Wahyuni (31 tahun), warga Desa Bugel, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 28 juta.
Lainnya, yaitu Nuryanto (25 tahun) warga Desa Nambuhan, Purwodadi, telah menyerahkan uang sebesar Rp 21,5 juta. Sedangkan Juni (29 tahun) warga Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, telah menyerahkan uang sebesar Rp 24,5 juta. Yang paling banyak menyetor uang adalah, Kartini (30 tahun), warga Desa Werdoyo, Kecamatan Kebongagung, Kabupaten Demak, sudah menyerahkan uang senilai Rp 35 juta.
PT Avco Jaya Manunggal yang berkantor di Dusun Deresan, Desa Beringin, Kecamatan Godong ini untuk meyakinkan korbannya, membekali mereka dengan sejumlah pendidikan, setelah korban menyetor uang dalam jumlah banyak.
Nasib Serli, TKI asal NTT lain lagi. Serli sudah sejak tahun 2007 lalu bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga di Malaysia. Setiap hari Serli harus bekerja dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dini hari tanpa istirahat, dan hanya diberi makan 2 kali sehari, dengan makan malam berupa mie instan, dan tidak dibayarkan gajinya sejak awal bekerja. Selain itu, Serli kerap disiksa serta dipukuli majikannya.
Pada April 2010, majikannya mengirm Serli pulang, tanpa alasan yang jelas. Serli hanya dibekali uang sebesar Rp 1 juta, dan disuruh naik pesawat jurusan Padang. Di Padang, Serli terlantar. Akhrnya ia dipulangkan oleh Disnakertrans Sumatera Barat dan LSM Nurani Perempuan ke kampung halamannya pada 4 Mei 2010.
Bila Serli terlantar di Padang, Sumatera Barat, yang masih bagian dari negerinya sendiri, nasib yang lebih pahit dialami Jumiati (26 tahun), tenaga kerja asal Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Ia ditelantarkan di Sri Langka, setelah sebelumnya menjadi korban kekerasan majikannya saat bekerja di Arab Saudi.
Jumiati berangkat ke Riyadh, Arab Saudi pada 9 November 2009. Karena tak tahan diperlakukan majikannya, Jumiati akhirnya kabur ke KBRI di Arab Saudi. Gaji dua bulan Jumiati habis digunakan untuk mengurus permasalahannya. Namun, Jumiati justru dikembalikan ke majikannya oleh pihak KBRI dan agensi yang mengirimnya kerja ke Riyadh.
Sekitar Juli 2010, sang majikan berkunjung ke rumah adiknya di Sri Langka. Jumiati dibawa serta, kemudian dipekerjakan untuk merawat anak adik sang majikan yang masih bayi. Di sinilah Jumiati terlantar. Ia ingin pulang karena kondisinya sakit-sakitan, sebagaimana diceritakan Nurcholis (30 tahun) suami Jumiati.
Kasus TKI terlantar akibat ditipu tekong (calo) dialami oleh Mita Marwati (30 tahun) asal Semarang dan Salmi (45 tahun) TKW asal Boyoli Jawa Tengah. Mita dijanjikan bekerja di sebuah perusahaan di Malaysia dengan gaji 600 ringgit per bulan ditambah tips dan bonus tiap hari.
Ternyata, setelah membayar sejumlah uang, Mita hanya sampai di tempat penampungan di pantai impian, Tanjungpinang. Selama berada di penampungan singgah, Mita dua kali dipukul Asni salah seorang tekong yang menampungnya. Beruntung Mita bisa meloloskan diri hingga sampai di rumah singgah Engku Putri Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Hampir sama dengan Mita, Salmi mengaku ditipu tekong dengan cara ditinggalkan di atas kapal Bukit Raya, sesaat setelah tiba di pelabuhan Kijang-Bintan. Sebelumnya, Salmi mengaku dijanjikan akan dipekerjakan di luar negeri dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan. Untuk itu, Salmi dimintai uang Rp 1 juta.
Sebelum sampai di rumah singgah Engku Putri, Salmi sempat tidur selama berhari-hari di pelabuhan Kijang, kadang di semak atau di gubuk yang ditemuinya. Salmi akhirnya ditolong seorang tukang ojek setelah sebelumnya berjalan bebeberapa hari tanpa tujuan. Oleh tukang ojek, Salmi diantar ke kantor polisi di Kijang. Polisi kemudian merujuk Salmi ke rumah singgah Engku Putri.
Akhirnya, Mita dan Salmi pada tanggal 04 Oktober 2010 dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, setelah pihak pengelola rumah singgah Engku Putri menghubungi Pemda Jawa Tengah.
Seharusnya, rakyat Indonesia tidak perlu sampai repot-repot mencari kerja ke luar negeri, karena dengan kekayaan alamnya yang sedemikian melimpah, bila dikelola dengan baik mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian besar rakyatnya. Dengan kekayaan alam yang melimpah, kesejahteraan rakyat dapat dijamin berada pada tingkatan yang membanggakan.
Fakta tentang kekayaan alam Indonesia yang melimpah berhadapan dengan fakta tentang rakyatnya yang harus cari kerja ke luar negeri, menunjukkan bahwa keberkahan telah sedemikian jauh dari bangsa kita. Mungkin, karena syari’at Islam yang seharusnya dijadikan landasan hidup berbangsa dan bernegara hanya dijadikan komoditas politik semata.
Itu semua salah siapa?
Jawabannya adalah benarlah firman Allah Ta’ala,
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ﴿٣٠﴾
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. As-Syura [42] : 30).
Wujud kesalahan itu di antaranya apa?
Ini jawabannya:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ، قَالَ : أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ” يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ ،
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا ، بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ ، الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا ،
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ ، وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ ،
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ “4019 (ابن ماجة ) مسند الصحابة في الكتب التسعة - (ج 17 / ص 194)
Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasulullah saw menghadapi kami lalu bersabda: Wahai orang-orang Muhajirin, lima perkara jika kamu ditimpa lima perkara ini (maka keadaanmu mengalami bermacam-macam adzab) aku mohon kepada Allah agar kamu tidak mendapatinya.
(1) tidaklah perbuatan keji (zina) yang dilakukan secara nampak hingga terang-terangan di suatu kaum kecuali akan tersebar wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang terdahulu mereka yang telah lalu.
(2) tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan kecuali mereka akan disiksa dengan paceklik, sulitnya (bahan) kebutuhan, dan dhalimnya penguasa atas mereka.
(3) tidaklah mereka menahan zakat harta mereka kecuali akan ditahan pula untuk mereka hujandari langit, dan seandainya bukan karena (adanya) hewan-hewan maka mereka (manusia tak bayar zakat harta itu) tidak dihujani.
(4) dan tidaklah orang-orang membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya kecuali Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka (yakni orang-orang kafir) maka mereka (musuh) itu mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka (pembatal janji itu).
(5) dan selagi pemimpin-pemimpin (pemerintahan, bangsa, masyarakat) mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan mereka memilih-milih dari apa yang diturunkan Allah (maka tiada lain) kecuali Allah menjadikan keganasan satu sama lain di antara mereka. (HR Ibnu Majah no 4019, hasan menurut Al-Albani dalam As-Silisilah As-Shohihah 106/ 4009).
Bagaimana mau tidak diadzab dengan aneka derita, semua dari lima keburukan itu sudah dilanggar seluruhnya. Zina bukan lagi terang-terangan, malah dijadikan bisnis.
Hingga Gubernur Jawa Timur memerintahkan agar pusat pelacuran di Surabaya ditutup saja walikotanya padahal perempuan justru ngeyel, menolak dengan alasan yang dibuat-buat.
Itu belum masalah zina di seantero negeri dengan aneka kasusnya dari pembantu rumah tangga sampai tingkat aparat dan anggota dewan yang terhormat, apalagi artis, jangan dikata lagi!
Pembaca yang kami hormati, bagaimana zina telah dipersilakan di negeri ini, sampai seorang ibu pun ada yang mempersilakan anaknya yang masih umur 13 tahun untuk berzina.
Nia Dinata, sineas (orang yang ahli tentang cara dan teknik pembuatan film) yang kerap mengangkat tema perempuan menyatakan kepada anaknya (ABG lelaki 13 tahun), untuk melakukan seks tidak harus pergi jauh-jauh dari Indonesia.
Silakan kamu lakukan di Tanah Air tapi kamu harus tahu tentang bagaimana penyakit menular, HIV/AIDS dan lain sebagainya.
"Silakan kamu melakukan itu dengan pacarmu tapi dengan syarat sama-samamau. Tapi kamu tahu dulu tentang sex education. Tentunya, satu sama lainharus bisa bertanggung jawab atas perbuatannya," katanya. (okezone, ABG Impikan ke Belanda Demi Seks Bebas, Senin, 6 Desember 2010 - 08:51 wib)
Benarlah firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nas, untuk berlindung kepada Allah dari bisikan syetan di dada-dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Nia Dinata juga dikenal membela pornografi dengan bukti gigihnya memprotes rancangan undang-undang anti pornografi.
Pembelaannya terhadap pornografi itu dapat dibaca di (http://www.nahimunkar.com/cewek-cewek-penentang-uu-pornografi-buruk-muka-cermin-dibelah dapat juga dibaca di buku Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat, oleh Hartono Ahmad jaiz dkk, Pustaka Nahi Munkar, Jakarta, 2009, hal 331-334).
Dan itu bukan hanya dalam hal bermaksiat, tetapi sudah sampai pada cara berfikir, sehingga ketika ada artis yang ditolak masyarakat ketika mau mencalonkan diri sebagai kepala daerah karena telah dikenal sebagai wanita yang berpenampilan seronok alias umbar aurat, tahu-tahu ada yang mengqiyaskannya dengan Nabi. Sama-sama semula ditolak warga, kata seorang artis yang dikenal sebagai pengacara.
Astaghfirulloh… Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditolak karena mentauhidkan Allah, penolaknya itu orang-orang kafirin musyrikin yang memang benci kepada aturan Allah.
ha kalau artis seronok, ditolaknya itu karena mengumbar aurat alias pengusung maksiat, sedang yang menolaknya itu masyarakat yang justru taat kepada Allah. Itulah cara berfikir seorang pembela yang sangat dungu, menyamakan antara emas dengan kotoran manusia hanya karena sama-sama kuningnya.
Keburukan yang kedua, curang dalam takaran dan timbangan. Di mana di negeri ini yang orang-orangnya bersih dari itu. Dari penujual barang di pinggir jalan sampai di tempat yang mewah banyak sekali pelaku-pelaku curangnya. Penulis pernah naik taksi menuju ke satu pergedungan. Tukang taksi bertanya, Pak di gedung itu isinya yang paling banyak apa Pak?
Saya jawab, ya orang bekerja dan sebagainya.
Dia bantah dengan perkataan: Bukan Pak. Isinya paling banyak ya maling.
Astaghfirullah… tukang taksi itu masih saja ngoceh dan saya mengelus dada sambil senyum kecut.
Ketika isinya seperti itu, maka apabila yang memimpin negeri itu dhalim, maka sudah sesuai dengan hadits tersebut. Ini bukan menjustifikasi pemimpin yang dhalim, ini hanya analisis kenyataan.
Keburukan lainnya, membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya, sudah tidak dapat dihitung lagi. Mulutnya bersyahadat, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang haq disembah selain Allah.
Namun betapa banyaknya orang yang rajin meminta-minta mengenai nasib hidupnya ke dukun, ke isi kubur –malahan dipimpin oleh orang-orang bersorban atau perempuan berjilbab rapat dan perginya itu dengan istilah yang seolah Islami, yakni tour ziarah, tour religi dan sebagainya.
Kesesatan tentang ini dapat dibaca di buku Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah. Di samping itu juga banyak yang berdoa atau menyembah, atau minta berkah atau minta dihindarkan dari mala petaka ke batu, gunung, laut, bahkan kerbau dan sebagainya dengan aneka upacara dan cara.
Aneka kemusyrikan pun merajalela. Tidak dapat dihitung lagi, dan itu sering justru disponsori penguasa. Itu berarti membatalkan janji Allah dengan dipimpin oleh penguasa setempat.
Juga membatalkan janji Rasul, untuk mengikuti Rasul dalam ibadah kepada Allah, tetapi betapa banyaknya bid’ah-bid’ah yang mereka buat. Ada shalawat bikinan yang tidak disyari’atkan seperti apa yang disebut Shalawat Nariyah.
Shalawat Nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4.444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, niscaya akan terpenuhi.
Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apalagi jika kita mengetahui lafadh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di dalamnya. Mengandung kemusyrikan menurut Syaikh Jamil Zainu, karena ada lafal
... محمد، الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج
…Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan,…
Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan rela, jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur’an menyeru kepada beliau untuk memaklumkan:
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ(188)
“Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raf [7] : 188)
(Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Minhajul Firqah An-Najiyah wat Thaifah Al-Manshurah, diterjemahkan Ainul Haris Umar Arifin Thayib Lc, Jalan Golongan Selamat, Darul Haq, Jakarta, cet. I, 1419 H, hlm. 173-176. Lihat pula di buku Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, cetakan 7, 2004M, halaman 266-268).
Ada juga shalat bikinan yang tidak disyari’atkan seperti shalat Raghaib di awal bulan Rajab, dan ada juga perayaan-perayaan atau upacara-upacara bikinan atas nama agama yang tidak disyari’atkan. Itu yang mereka semarakkan dan dibela mati-matian. Padahal sudah ada ancaman dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا مِنْ نَبِىٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِى أُمَّةٍ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ ».
Dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah pada suatu umat sebelumnya melainkan dia memiliki pembela dan sahabat yang memegang teguh sunnah-sunnah dan mengikuti perintah-perintahnya, kemudian datanglah setelah mereka suatu kaum yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka lakukan, dan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang berjihad dengan tangan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan lisan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan hati melawan mereka maka dia seorang mukmin, dan setelah itu tidak ada keimanan sebiji sawi." (Hadits Shahih Riwayat Muslim, No. 71)
Ketika negerinya kaya raya, penduduknya adalah Ummat Islam yang jumlahnya terbesar se-dunia, tetapi ternyata hidupnya tidak berkah, maka tentu ada yang salah. Kesalahannya tidak jauh dari apa yang sudah dituturkan dalam ayat dan Hadits.
Yaitu masyarakat yang curang, membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya, mengatakan apa-apa yang tidak mereka kerjakan (pidatonya dan ucapannya bagus-bagus, tetapi pelaksanaannya nol besar atau bahkan sebaliknya, misalnya.
Ucapannya melarang kemusyrikan dan bid’ah tetapi lakonnya penuh dengan keburukan sampai yang menyerempet itu, misalnya.) dan mereka mengerjakan apa-apa yang tidak diperintahkan.
Misalnya tidak ada perintah untuk merayakan ini dan itu tetapi mereka rayakan. Tidak ada suruhan untuk upacara ini dan itu (mengenai orang mati, misalnya) tetapi mereka adakan upacara ini dan itu.
Bahkan kadang mereka bela mati-matian, malahan ormas terbesar atas nama Islam pun di barisan depan dalam membela yang tidak diperintahkan itu.
Lha kalau kenyataannya seperti itu, ya wajar. Negerinya kaya raya, warganya terlunta-lunta. Salah siapa?
Ya salah para ulamanya, pemimpinnya, tokohnya, pendidiknya (bahkan atas nama pendidikan Tinggi Islam tetapi isinya menyesatkan –baca buku Ada Pemurtadan di IAIN), dan kesalahan mereka itu menyeret Ummat dan warganya. Akibatnya Allah menjadikan musuh dari selain mereka (yakni orang-orang kafir) maka mereka (musuh) itu mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka (pembatal janji itu).
Dalam hal yang sudah diketahui secara umum, apa yang disebut “kerjasama” pengelolaan bahan-bahan tambang: emas, tembaga, minyak bumi, gas alam dan sebagainya di mana-mana itu adalah ungkapan eufemisme dari isi hadits tersebut. Yaitu orang kafir yang sejatinya adalah musuh mengambil sebagian apa yang ada di tangan Muslimin yang membatalkan janji Allah dan janji Rasul.
Dalam kasus Indonesia, yang diambil oleh kafir musuh itu justru bukan sekadar sebagian, tetapi ada yang menyebutnya bagian terbesar. Akibatnya, untuk menutupi kebutuhan Negara maka warga lah yang diperas dengan apa yang disebut pajak, yang tampaknya semakin menggila, hingga kini sudah dirancang, sampai orang yang makan di warteg (warung tegal) yakni warung kelas rakyat saja akan dipungut pajak.
Bahasa gampangnya, kekayaan yang melimpah itu direlakan untuk orang-orang kafir yang dalam hadits disebut musuh, sedang anak sendiri diperas habis-habisan. Padahal kekayaan yang melimpah itu sebagaimana di awal tulisan ini dari satu sumbernya saja hitungannya sudah mencukupi anggaran Negara selama 2.900 abad. Tetapi justru yang dikeruk adalah apa-apa yang ada di tangan warga, dengan cara memungut pajak.
Perlu diketahui, 70 persen penerimaan negara berasal dari pajak, yang petugasnya adalah para pegawai pajak yang total jumlah karyawan Ditjen Pajak seluruh Indonesia sebanyak 32 ribu orang.
Padahal harta orang Muslim itu dilindungi, makanya pemungut pajak itu sangat diancam dalam Islam.
Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إلَّا بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ
“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya.”
Adapun dalil secara khusus, ada beberapa hadits yang menjelaskan keharaman pajak dan ancaman bagi para penariknya, di antaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« إِنَّ صَاحِبَ الْمَكْسِ فِى النَّارِ ».
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan beliau berkata, ”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”.
Dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti.
عَنْ أَبِي الْخَيْرِ ، قَالَ : عَرَضَ مَسْلَمَةُ بْنُ مُخَلَّدٍ - وَكَانَ أَمِيرًا عَلَى مِصْرَ - عَلَى رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ ، أَنْ يُوَلِّيَهُ الْعُشُورَ ، فَقَالَ : إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ صَاحِبَ الْمَكْسِ فِي النَّارِ.
“Dari Abu Khair Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; “Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, maka ia berkata : ‘Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” (HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930)
Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah, “(Karena telah jelas keabsahan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Lahi’ah dari Qutaibah) maka aku tetapkan untuk memindahkan hadits ini dari kitab Dha’if Al-Jami’ah Ash-Shaghir kepada kitab Shahih Al-Jami, dan dari kitab Dha’if At-Targhib kepada kitab Shahih At-Targhib.”
Hadits-hadits yang semakna juga dishahihkan oleh Dr Rabi Al-Madkhali hafidzahulllah dalam kitabnya, Al-Awashim wal Qawashim hal. 45. (lihat Pajak dalam Islam (Nasehat untuk Para Pemungut Pajak) Oleh: Abu Ibrahim Muhammad Ali, Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya'ban 1427/2006.) nahimunkar.com, April 8, 2010 3:43 am, http://www.nahimunkar.com/pajak-dalam-islam.
Setelah jelas duduk soalnya, bahwa semua kesengsaraan di negeri yang kaya raya itu akibat kejahatan manusia itu sendiri, mungkin masih ada pertanyaan: kenapa yang kena sengasaranya kok hanya yang kecil-kecil? Sedang yang gede-gede justru makin senang dan kenyang?
Hal itu ada penjelasan, orang-orang jahat atau aqidahnya rusak tidak diadzab padahal jelas jahat. Karena di lingkungannya ada orang-orang yang beristighfar, minta ampun kepada Allah Ta’ala.
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ [الأنفال/33]
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun [*] (QS. Al-Anfal [8] : 33).
[*]. Di antara mufassirin mengartikan yastagfiruuna dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang muslim yang minta ampun kepada Allah.
Dari sisi lain, orang jahat pun ada yang justru sukses dalam kejahatannya. Itulah yang disebut istidraj.
Ada keterangannya dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنْ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (رواه أحمد تعليق شعيب الأرنؤوط : حديث حسن وهذا إسناد ضعيف لضعف رشدين بن سعد وباقي رجال الإسناد ثقات؛ والطبرانى فى الكبير ، والأوسط ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن عقبة بن عامر)
Dari Uqbah bin Amir dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika kalian melihat Allah memberikan dunia kepada seorang hamba pelaku maksiat dengan sesuatu yang ia sukai, maka sesungguhnya itu hanyalah merupakan istidraj." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakan ayat: '(Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang Telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa) '. (QS. Al An'am [6] : 44). (HR Ahmad No. 16673 , komentar Syu’aib al-Arnauth: hadits hasan, dan riwayat At-Thabrani dan Al-Baihaqi).
Semoga hal ini menjadi peringatan bagi kita semua. Amien ya Rabbal ‘alamien.
*Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede adalah penulis buku Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah.
Sabtu, 11 Juni 2011
Khadafi Kenyal dan Licin. Pemberontak dan Nato Mulai Tegang
Khadafi Kenyal dan Licin. Pemberontak dan NATO Mulai Tegang
REP | 12 June 2011 | 08:32 121
Pertempuran pertama antara pasukan loyalis Khadafi dan pemberontak terjadi di Benghazi pada tanggal 26 Februari 2011. Momentum itu menjadi “tonggak” dimulainya aksi perlawanan terhadap Khadafi dengan berbagai macam dalih dan alasan.
Sebelum PBB mengeluarkan resolusi nomor 1973 pada tanggal 17 Maret 2011, antara kedua kubu Libya bersaudara tersebut telah saling kalah dan mengalahkan dalam beberapa front kota. Mereka silih beganti menguasai dan kehilangan beberapa kota yang diperebutkan.
Tercatat beberapa kota yang jatuh silih berganti adalah Ajdabiya, Al-Brega, Misrata, Ras Lanuf dan Zawiya. Hanya kota Benghazi yang sangat aman dalam genggaman pasukan pemberontak tanpa sekalipun pernah jatuh ke tangan pasukan loyalis sejak awal perang saudara tersebut meletus.
Tanggal 20 Maret 2011, Sekutu terlibat langsung menyerang kubu Khadafi. Sebagaimana diketahui, sebanyak 112 misil Tomahawk telah diluncurkan dihari pertama serangan sekutu dari berbagai tempat peluncurannya dari kapal laut dan kapal selam sekutu. Sedangkan pesawat tempur penyerang langusng ke jantung kota Tripoli dengan menjatuhkan bom perpandu laser, bom pintar dan konvensional serta tembakan senapan mesin dan rudal lainnya ke arah kubu Khadafi.
Kehancuran demi kahancuran di pihak Khadafi juga sudah terhitung lagi jumlahnya. Khadafi bukan saja kehilangan 60% arsenal perang pada kubu pertahanannya, tapi juga kehilangan beberapa keluarga terdekatnya. Bahkan tak jarang Khadafi beberapa kali luput dari tempat jatuhnya bom atau serangan rudal ke tempat kediaman atau tempat Khadafi berada pada saat itu.
Mengenai hal ini (jatuhnya bom dan misil dekat Khadafi -red) diakui oleh Khadafi. Misalnya dalam serangan tanggal 10 Juni lalu, Khadafi mengakui hanya berada beberapa puluh meter dari tempatnya berada. Khadafi juga sempat mengirimkan berita melalui siaran televisi dan kantor berita bahwa ia -yang hanya berada beberapa puluh meter dari lokasi jatuhnya bom sekutu- tidak akan lari dan menyerahkan tanah dan negara ini kepada sekutu.
Dalam pidato 9 menitnya sesaat usai serangan NATO tanggal 10/6 lalu, Khadafi menyampaikan bahwa “Kami hanya memiliki satu pilihan yaitu tetap berada di negara kami samai kami mati. Perkara soal mati, hidup, kalah atau menang bukanlah maslah. Yang terpenting adalah kami tidak akan meninggalkan negara kami atau menjual kepada Sekutu.” kata Khadafi berapi-api.
Khadafi tidak akan pergi kemana-mana, bahkan tawaran Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan memberi jaminan kepada Khadafi untuk tinggal di Turki jika Khadafi mau meninggalkan negaranya (11/6) tidak juga menjadi sesuatu yang menarik bagi Khadafi.
Melihat kondisi ini, timbul beberapa pertanyaan dan kecurigaan dari analis militer, sebetulnya apa yang dimiliki oleh Khadafi sehingga Khadafi seolah tahu bahwa akan ada serangan udara saat NATO akan menyerang kubu Khadafi.
Timbul tanda tanya, mengapa NATO tidak menembakkan saja Rudal (semacam Tomahawk) untuk serangan mendadak? Bukankah jika menggunakan serangan pesawat udara adanya kemungkinan “bocoran” serangan lebih mungkin terjadi?
Apakah mungkin diantara koalisi memberi informasi rencana serangan udara kepada pihak Khadafi? Ataukah sebetulnya jaringan intelejen CIA dan radar milik Rusia mampu memberi informasi rencana serangan kepada Khadafi hingga masih mampu menjauhi beberapa puluhu meter dari jatuhnya bom atau rudal?
Jadi benar kata orang, Khadafi memang kenyal, liat, licin dan alot sekali. Entah dari apa semangat Khadafi ini terbuat sehingga ia jujur memilih mati ketimbang menyerah (hingga saat ini Khadafi belum bertukar pendiriannya -red).
Licin dan kenyalnya Khadafi pernah dilontarkan oleh almarhum Ronald Reagen (mantan Presiden AS) dengan menganalogikannya sebagai “Anjing Gila” untuk mendiskripsikan betapa kenyal dan licinnya Khadafi di mata AS dan sekutunya.
Jika mengacu kepada mulainya perang saudara pada akhir Februari lalu berarti perang saudara ini telah berjalan hampir 4 bulan, sedangkan jika mengacu kepada awal serangan sekutu perang itu memasuki usia 3 bulan. Apa yang terjadi selama 4 bulan itu? Mari kita lihat beberapa kenyataan sebagai berikut :
1. Pertahanan Khadafi telah dipangkas (perkiraan) mencapi 60% telah rusak atau hancur.
2. Pertempuran memperebutkan kota silih berganti jatuh dan hilang dari tangan loyalis ke tangan pemberontak.
3. Setiap ada serangan udara seolah Khadafi mengentahu adanya serangan udara tersebut.
4. Setiap selesai serangan udara sekutu ke posisi loyalis dan bungker Khadafi, beberapa saat kemudian kubu Loyalis menggempur pihak oposisi, seperti yang terjadi kemarin (10/6). Setelah NATO menyerang, pihak Loyalis segera melakukan serangan balik ke Misrata hingga menewaskan 30 orang tentara dan pejuang pemberontak.
5. Pihak pejuang dan tentara pemberontak menganggap pesawat tempur NATO adalah bagian yang terintegral dari perjuangan mereka, sehingg sampai pada kesimpulan sendiri seolah-olah pesawat NATO adalah angkatan udara milik pemberontak.
6. Pihak pemberontak sangat sering kecewa terhadap pasukan NATO yang dinilai lambat dan tidak mempersenjatai mereka. Bahkan setiap kali tentara loyalis Khadafi melakukan serangan, mereka menjerit-jerit memanggil NATO agar membombardir posisi tentara Khadafi.
7. Keberadaan NATO di Libya semakin dilematis, satu sisi mereka ditempatkan di sana bukan untuk meningkatkan daya gempur pasukan pemberontak terhadap Khadafi melainkan untuk melindungi rakyat sipil dari pengaruh Khadafi. Di sisi lain, biaya yang dibutuhkan NATO sudah tidak kepalang tanggung.
8. Khadafi sendiri terlihat kini masih bisa melakukan beberapa aktifitasnya. Kadang ia melakukan wawancara meskipun diragukan tampatnya melakukan wawancara saat seperti ini untuk mengaburkan keberadaannya. Hal ini diduga sengaja disiapkan oleh pihak Khadafi untuk mengacaukan informasi tentang keberadaan Khadafi.
Kini setelah hampir 4 bulan perang saudara berlangsung, apa yang diperoleh oleh Khadafi, Pemberontak dan NATO..? Sepertinya tidak ada yang optimal dan belum ada yang mengagumkan. Yang ada hanyalah tambahan kerugian demi kerugian sebagai berikut :
* Serangan balik pasukan Khadafi ke Misrata yang menggempur posisi pemberontak dari 3 sisi membuat jatuh korban lumayan banyak di pihak pemberontak kemarin (10/6). Informasi menyebutkan 30 pejuang dan tentara pemberontak tewas dan puluhan lainny terluka berat.
* Bunker Khadafi satu demi satu rata dengan tanah. Ini artinya meskipun Khadafi mempunyai kemampuan untuk menghindar dari rencana serangan, tapi cepat atau lambat nyawanya bisa saja terncam. Belum lagi nyawa orang-orang terdekat yang dicintainya.
* Di Pihak NATO, kemarin dikabarkan bahwa salah satu 1 dari tiga Helikopter Apache milik Perancis jatuh di pantai kota Zaitan. Apakah heli tersebut jatuh karena tertembak atau bukan yang jelas kerugian NATO dan SEKUTU semakin bertambah.
* NATO mulai gerah dengan cara pemberontak yang menduga bahwa NATO adalah pasukan Udara mereka. Dalam hal ini salah seorang pejabat NATO mengatakan “Koalisi NATO di Libya adalah untuk melindungi rakyat Sipil. Oposisi telah menunjukkan bahwa mereka pejuang pemberani, namun kami di sana bukan sebagai pasukan udara mereka,” ujarnya seorang pejabat.
* Garis Merah yang ditetapkan oleh NATO di Misrata bertujuan agar NATO dapat melakukan serangan terkordinasi ke Tripoli, selain itu juga agar NATO tidak melakukan salah menyerang seperti beberapa kaliterjadi sebelumnya. Sedangkan Brigade Hitam dan Brigade Swehdi (dua brigade terkenal dalam pemberontak Libya -red) penetapan garis itu adalah mengekang keinginan mereka untuk maju. Hanya 2 jam lagi mereka tiba di Tipoli menurut Khalid Alogab Komandan Brigade Hitam, sesuai informasi Guardian 7 Juni 2011 lalu. http://www.guardian.co.uk/world/2011/jun/07/libya-rebels-nato-strategy
Melihat kondisi di atas, ada kemungkinan prakiraan sebagaimana disebutkan dalam beberapa tulisan sebelumnya bahwa Khadafi memainkan taktik mengulur perang hingga perlawanan pemberontak mengendur, atau menimbulkan hadirnya invasi pasukan darat NATO untuk memukul Khadafi dan tentaranya pada masa-masa terakhir.
1307816589105707412
Anak-anak sekolah di Tripoli menuntut sekolah kembali yang aman
Perkembangan berikutnya dari Libya adalh musim sekolah anak-anak segara tiba dan banyak anak-anak hingga kini belum bisa bersekolah. Kasihan mereka menatap sekolahnya yang hancur. Mereka melihat negeri dan sesama kerabatnya saling berdoa dan menyebut nama Tuhan untuk salimg membunuh. Anak-anak sekolah Libya tidak mengetahui apa-apa selain segera bisa masuk sekolah kembali..
Semoga penderitaan Libya segera berakhir…
REP | 12 June 2011 | 08:32 121
Pertempuran pertama antara pasukan loyalis Khadafi dan pemberontak terjadi di Benghazi pada tanggal 26 Februari 2011. Momentum itu menjadi “tonggak” dimulainya aksi perlawanan terhadap Khadafi dengan berbagai macam dalih dan alasan.
Sebelum PBB mengeluarkan resolusi nomor 1973 pada tanggal 17 Maret 2011, antara kedua kubu Libya bersaudara tersebut telah saling kalah dan mengalahkan dalam beberapa front kota. Mereka silih beganti menguasai dan kehilangan beberapa kota yang diperebutkan.
Tercatat beberapa kota yang jatuh silih berganti adalah Ajdabiya, Al-Brega, Misrata, Ras Lanuf dan Zawiya. Hanya kota Benghazi yang sangat aman dalam genggaman pasukan pemberontak tanpa sekalipun pernah jatuh ke tangan pasukan loyalis sejak awal perang saudara tersebut meletus.
Tanggal 20 Maret 2011, Sekutu terlibat langsung menyerang kubu Khadafi. Sebagaimana diketahui, sebanyak 112 misil Tomahawk telah diluncurkan dihari pertama serangan sekutu dari berbagai tempat peluncurannya dari kapal laut dan kapal selam sekutu. Sedangkan pesawat tempur penyerang langusng ke jantung kota Tripoli dengan menjatuhkan bom perpandu laser, bom pintar dan konvensional serta tembakan senapan mesin dan rudal lainnya ke arah kubu Khadafi.
Kehancuran demi kahancuran di pihak Khadafi juga sudah terhitung lagi jumlahnya. Khadafi bukan saja kehilangan 60% arsenal perang pada kubu pertahanannya, tapi juga kehilangan beberapa keluarga terdekatnya. Bahkan tak jarang Khadafi beberapa kali luput dari tempat jatuhnya bom atau serangan rudal ke tempat kediaman atau tempat Khadafi berada pada saat itu.
Mengenai hal ini (jatuhnya bom dan misil dekat Khadafi -red) diakui oleh Khadafi. Misalnya dalam serangan tanggal 10 Juni lalu, Khadafi mengakui hanya berada beberapa puluh meter dari tempatnya berada. Khadafi juga sempat mengirimkan berita melalui siaran televisi dan kantor berita bahwa ia -yang hanya berada beberapa puluh meter dari lokasi jatuhnya bom sekutu- tidak akan lari dan menyerahkan tanah dan negara ini kepada sekutu.
Dalam pidato 9 menitnya sesaat usai serangan NATO tanggal 10/6 lalu, Khadafi menyampaikan bahwa “Kami hanya memiliki satu pilihan yaitu tetap berada di negara kami samai kami mati. Perkara soal mati, hidup, kalah atau menang bukanlah maslah. Yang terpenting adalah kami tidak akan meninggalkan negara kami atau menjual kepada Sekutu.” kata Khadafi berapi-api.
Khadafi tidak akan pergi kemana-mana, bahkan tawaran Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan memberi jaminan kepada Khadafi untuk tinggal di Turki jika Khadafi mau meninggalkan negaranya (11/6) tidak juga menjadi sesuatu yang menarik bagi Khadafi.
Melihat kondisi ini, timbul beberapa pertanyaan dan kecurigaan dari analis militer, sebetulnya apa yang dimiliki oleh Khadafi sehingga Khadafi seolah tahu bahwa akan ada serangan udara saat NATO akan menyerang kubu Khadafi.
Timbul tanda tanya, mengapa NATO tidak menembakkan saja Rudal (semacam Tomahawk) untuk serangan mendadak? Bukankah jika menggunakan serangan pesawat udara adanya kemungkinan “bocoran” serangan lebih mungkin terjadi?
Apakah mungkin diantara koalisi memberi informasi rencana serangan udara kepada pihak Khadafi? Ataukah sebetulnya jaringan intelejen CIA dan radar milik Rusia mampu memberi informasi rencana serangan kepada Khadafi hingga masih mampu menjauhi beberapa puluhu meter dari jatuhnya bom atau rudal?
Jadi benar kata orang, Khadafi memang kenyal, liat, licin dan alot sekali. Entah dari apa semangat Khadafi ini terbuat sehingga ia jujur memilih mati ketimbang menyerah (hingga saat ini Khadafi belum bertukar pendiriannya -red).
Licin dan kenyalnya Khadafi pernah dilontarkan oleh almarhum Ronald Reagen (mantan Presiden AS) dengan menganalogikannya sebagai “Anjing Gila” untuk mendiskripsikan betapa kenyal dan licinnya Khadafi di mata AS dan sekutunya.
Jika mengacu kepada mulainya perang saudara pada akhir Februari lalu berarti perang saudara ini telah berjalan hampir 4 bulan, sedangkan jika mengacu kepada awal serangan sekutu perang itu memasuki usia 3 bulan. Apa yang terjadi selama 4 bulan itu? Mari kita lihat beberapa kenyataan sebagai berikut :
1. Pertahanan Khadafi telah dipangkas (perkiraan) mencapi 60% telah rusak atau hancur.
2. Pertempuran memperebutkan kota silih berganti jatuh dan hilang dari tangan loyalis ke tangan pemberontak.
3. Setiap ada serangan udara seolah Khadafi mengentahu adanya serangan udara tersebut.
4. Setiap selesai serangan udara sekutu ke posisi loyalis dan bungker Khadafi, beberapa saat kemudian kubu Loyalis menggempur pihak oposisi, seperti yang terjadi kemarin (10/6). Setelah NATO menyerang, pihak Loyalis segera melakukan serangan balik ke Misrata hingga menewaskan 30 orang tentara dan pejuang pemberontak.
5. Pihak pejuang dan tentara pemberontak menganggap pesawat tempur NATO adalah bagian yang terintegral dari perjuangan mereka, sehingg sampai pada kesimpulan sendiri seolah-olah pesawat NATO adalah angkatan udara milik pemberontak.
6. Pihak pemberontak sangat sering kecewa terhadap pasukan NATO yang dinilai lambat dan tidak mempersenjatai mereka. Bahkan setiap kali tentara loyalis Khadafi melakukan serangan, mereka menjerit-jerit memanggil NATO agar membombardir posisi tentara Khadafi.
7. Keberadaan NATO di Libya semakin dilematis, satu sisi mereka ditempatkan di sana bukan untuk meningkatkan daya gempur pasukan pemberontak terhadap Khadafi melainkan untuk melindungi rakyat sipil dari pengaruh Khadafi. Di sisi lain, biaya yang dibutuhkan NATO sudah tidak kepalang tanggung.
8. Khadafi sendiri terlihat kini masih bisa melakukan beberapa aktifitasnya. Kadang ia melakukan wawancara meskipun diragukan tampatnya melakukan wawancara saat seperti ini untuk mengaburkan keberadaannya. Hal ini diduga sengaja disiapkan oleh pihak Khadafi untuk mengacaukan informasi tentang keberadaan Khadafi.
Kini setelah hampir 4 bulan perang saudara berlangsung, apa yang diperoleh oleh Khadafi, Pemberontak dan NATO..? Sepertinya tidak ada yang optimal dan belum ada yang mengagumkan. Yang ada hanyalah tambahan kerugian demi kerugian sebagai berikut :
* Serangan balik pasukan Khadafi ke Misrata yang menggempur posisi pemberontak dari 3 sisi membuat jatuh korban lumayan banyak di pihak pemberontak kemarin (10/6). Informasi menyebutkan 30 pejuang dan tentara pemberontak tewas dan puluhan lainny terluka berat.
* Bunker Khadafi satu demi satu rata dengan tanah. Ini artinya meskipun Khadafi mempunyai kemampuan untuk menghindar dari rencana serangan, tapi cepat atau lambat nyawanya bisa saja terncam. Belum lagi nyawa orang-orang terdekat yang dicintainya.
* Di Pihak NATO, kemarin dikabarkan bahwa salah satu 1 dari tiga Helikopter Apache milik Perancis jatuh di pantai kota Zaitan. Apakah heli tersebut jatuh karena tertembak atau bukan yang jelas kerugian NATO dan SEKUTU semakin bertambah.
* NATO mulai gerah dengan cara pemberontak yang menduga bahwa NATO adalah pasukan Udara mereka. Dalam hal ini salah seorang pejabat NATO mengatakan “Koalisi NATO di Libya adalah untuk melindungi rakyat Sipil. Oposisi telah menunjukkan bahwa mereka pejuang pemberani, namun kami di sana bukan sebagai pasukan udara mereka,” ujarnya seorang pejabat.
* Garis Merah yang ditetapkan oleh NATO di Misrata bertujuan agar NATO dapat melakukan serangan terkordinasi ke Tripoli, selain itu juga agar NATO tidak melakukan salah menyerang seperti beberapa kaliterjadi sebelumnya. Sedangkan Brigade Hitam dan Brigade Swehdi (dua brigade terkenal dalam pemberontak Libya -red) penetapan garis itu adalah mengekang keinginan mereka untuk maju. Hanya 2 jam lagi mereka tiba di Tipoli menurut Khalid Alogab Komandan Brigade Hitam, sesuai informasi Guardian 7 Juni 2011 lalu. http://www.guardian.co.uk/world/2011/jun/07/libya-rebels-nato-strategy
Melihat kondisi di atas, ada kemungkinan prakiraan sebagaimana disebutkan dalam beberapa tulisan sebelumnya bahwa Khadafi memainkan taktik mengulur perang hingga perlawanan pemberontak mengendur, atau menimbulkan hadirnya invasi pasukan darat NATO untuk memukul Khadafi dan tentaranya pada masa-masa terakhir.
1307816589105707412
Anak-anak sekolah di Tripoli menuntut sekolah kembali yang aman
Perkembangan berikutnya dari Libya adalh musim sekolah anak-anak segara tiba dan banyak anak-anak hingga kini belum bisa bersekolah. Kasihan mereka menatap sekolahnya yang hancur. Mereka melihat negeri dan sesama kerabatnya saling berdoa dan menyebut nama Tuhan untuk salimg membunuh. Anak-anak sekolah Libya tidak mengetahui apa-apa selain segera bisa masuk sekolah kembali..
Semoga penderitaan Libya segera berakhir…
Langganan:
Postingan (Atom)



